Budidaya Lebah Kelulut Penghasil Madu Kualitas Tinggi, Sembari Menjaga Kearifan Lokal Ketapang

724
Abdurahman AlQadrie, ketua biro Litbang PSP-PEDAS dan Widodo sedang mengamati koloni kelulut di Klaten , Rabu (9/8/2017) (Foto : IST)

Monga.id – Mulai berminatnya masyarakat Ketapang dengan beternak kelulut terutama jenis Trigona itama membuat ketua Pemerhati Daerah Aliran Sungai untuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara (PSP-PEDAS) Heri Susanto, tertarik untuk membuat kajian mengenai kegiatan ini. “Jika pemeliharaan kelulut untuk meningkatkan produktivitas madu di Kabupaten Ketapang ini berkontribusi dengan kelestarian dan kesehatan lingkungan, kita sangat mendukung” katanya.

Di alam bebas, kebanyakan sarang kelulut berada di vegetasi penyangga daerah aliran sungai, terutama pohon-pohon besar dan berlubang. Jika kelulut harus diambil di alam untuk dipelihara, ini sama artinya penebangan pohon akan bertambah. Untuk itu dia mengirim biro Litbang PSP-PEDAS ke Jogjakarta tepatnya di Klaten, untuk mempelajari cara memperbanyak koloni kelulut untuk dipelihara tanpa harus mengambil di alam secara berlebihan.

Koloni Kelulut, yang menghasilkan madu (Foto:IST)

Widodo, peternak kelulut kelahiran Klaten 44 tahun silam, sangat berpengalaman dalam hal ini, dia menekuni pemeliharaan kelulut sejak 2014 dan telah berhasil membuat koloni baru dari koloni awal yang diambil di alam. Di Klaten sendiri, saat ini dia telah menyebar lebih dari 2.200 kotak kelulut ke desa-desa yang memiliki lingkungan yang sehat, karena memiliki potensi pakan dan sumber nektar untuk madu. Belum lagi permintaan untuk jawa dan bali, bahkan dia juga mengirim untuk permintaan peternak kelulut di pangkalanbun Kalimantan Tengah, Tarakan Kalimantan utara, dan Samarinda Kalimantan Timur.

“Kita akan mengembangkan ini untuk kabupaten Ketapang, dengan tetap berprinsip pada kearifan lokal demi menjaga keharmonisan antara alam sekitar dan manusia” kata ketua Biro Litbang PSP-PEDAS, Abdurahman Al Qadrie, yang juga Ketua Kawan Burung Ketapang (KBK). Sebelumnya dia melakukan study banding ke peternak kelulut di Pontianak.

“Semakin banyak pengetahuan masyarakat tentang manfaat madu dan berternak kelulut, akan makin banyak juga masyarakat yang terlibat dalam menjaga kelestarian alam sekitar dan menerapkan pola hidup sehat, mengutamakan tradisi dan tidak terlalu bergantung kepada produksi dari luar” kata Muhammad Yasir Anshari, salah satu tokoh masyarakat Ketapang yang ikut menggagas ketapang swasembada madu ini. (Monga/ADN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini