Seperempat Abad Kongregasi Suster OSA Berdikari di Indonesia

357
Sr. Lucia Wahyu, OSA (Pimpinan Umum Suster OSA) saat memberikan kata sambutan dalam acara 25 tahun mereka berkarya di Indonesia. (Foto dok. Monga/Aldo)

Monga.id- Tanggal (9/8/2017) kemarin, merupakan hari yang penuh syukur dan bahagia bagi Kongregasi Suster OSA, kebahagiaan mereka tak lain karena mereka telah berkarya (berdikari) selama 25 tahun di Indonesia untuk pelayanan Pendidikan dan Kesehatan dan istimewanya lagi pada tanggal  9 Agustus diperingati sebagai pesta pelindung Kongregasi Santo Augustinus.

Rangkaian acara tersebut merupakan serangkai acara yang dimulai sejak tanggal (9/8) awal bulan lalu dengan berbagai kegiatan antara lain bakti sosial dan pelayanan kesehatan. Selanjutnya diadakan acara puncak 25 tahun para suster OSA pada Kamis (28/8/2017) kemarin, dengan misa syukur pesta Pelindung Kongregasi, Pesta Augustinus.

Acara tersebut tampak dihadiri oleh para tamu undangan seperti uskup Ketapang, Pastor, Suster, Bruder, dan para umat serta karyawan dan karyawati OSA terutama yang berbahagia para suster OSA. Terlebih istimewa bagi  empat  suster ; Sr. Yosepha, OSA, Sr. Klara, OSA, Sr. Marieta, OSA dan Sr. Ursula, OSA yang merayakan kaul kekal mereka yang 25 tahun membiara sebagai pelengkap dalam karya dan 12 ½ tahun hidup membiara bagi tiga suster; Sr. Raymunda, OSA, Sr. Emilia, OSA dan Sr. Mediatrice, OSA.  Kebahagian para suster OSA juga semakin lengkap dengan 25 tahun berkarya di YPK-F bagi bapak Franseda dan Ibu Paulina serta bapak Swantoro dan Ibu Susi.

Andreas Anastasius selaku ketua panitia mengatakan, semoga karya para suster tidak lekang oleh waktu, selalu setia dalam karya perutusan dan semakin bertumbuh.

Tamu undangan yang hadir dan mengisi acara 25 tahun suster OSA. (Foto dok Monga / Aldo dan Bagas)

Suster Lucia Wahyu, OSA selaku pemimpin umum konggregasi OSA dalam kata sambutannya mengatakan, mengucapakan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasama dan partisipasi seluruh Umat, bapak uskup dan rekan-rekan sesama hidup bakti (para romo, bruder dan suster) membawa keistimewaan tersendiri bagi kami para suster OSA. Semoga kita menjadi cahaya dan berkat bagi semua yang hadir. Dalam kata sambutannya juga Sr. Lucia demikian ia disapa sehari-hari, berterima kasih kepada suster dalam hidup bakti dan didalam hidup karya perutusan sebagai putra putri St. Augustinus.

Lebih lanjut, Sr. Lucia Wahyu, OSA dalam kata sambutannya mengatakan, keberhasilan dan kegagalan, suka dan duka menjadi suatu pengalaman perziarahan yang sangat berharga  bagi kami, terutama untuk memahami arti kehidupan dan makna penyerahan  diri kepada Tuhan. Selain juga usaha-usaha untuk menterjemahkan semangat pendiri “Kini dan disini” sesungguhnya mengandung pesan rohani yang sangat dalam yakni Allah selalu setia menyertai dan memilihara kami kiranya semangat pendiri  dan pioner kami tidak akan pudar, surut, apalagi berhenti tetapi menjadi Batu pondasi yang semakin kokoh dalam bingkai 25 tahun kemandirian OSA.

Mgr. Pius Riana Prapdi, Pr yang pada kesempatan tersebut hadir sebagai tamu undangan, ketika diwawancarai berpesan dan berharap;

Pertama, mengucapkan profisiat dan terima kasih atas keterlibatan dan pengambilan peran dalam karya kerasulan OSA di Keuskupan Ketapang ini pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya karena mereka juga berkarya seperti di Papua, Sanggau, Sintang, Pontianak, Semarang, Malang, Surabaya.

Kedua, harapan supaya semakin melayani dengan seluruh pemberian diri dan juga menjadi kesaksian bagi banyak orang sehingga banyak semakin mampu dan bisa menemukan jalan kepada Allah menuju kepada keselamatan melalui pendidikan, melalui kesehatan, melalui pastoran, sehingga juga banyak pemudi-pemudi yang tertarik untuk mengambil bagian didalam karya kerasulan dari karya kerasulan suster-suster dari St. Agustinus.

Ketiga, seperti yang dirumuskan dalam kapitel (suatu badan gerejawi tertentu dalam Gereja Katolik Roma) tahun 2017 pada bulan Februari lalu; Untuk menjadi pembawa obat kerahiman Allah. Pada saat ini, banyak dunia memutuhkan masa-masa Kerahiman Allah. Oleh sebab itu, menjadi tugas utama suster-suster Agustinus karena namanya suster-suster Santo Agustus dari kerahiman Allah. Maka mereka menjadi ujung tombak dari terwujudnya kerahiman Allah di dunia ini, lalu karya dan kehadiran mereka. Di Tanah Kayong (sebutan untuk Kabupaten Ketapang), memberikan kesaksian secara lebih nyata lagi mengenai kerahiman Allah itu kedalam kehadiran terutama. Karena, mungkin juga masih banyak yang belum memahami mengenai panggilan menjadi Biarawati. Ini artinya bukan sebagai karier, menjadi suster itu bukan karier dan jabatan. Tetapi adalah sebuah pemberian diri itu yang menjadi tantangan. Maka, kehadiran suster OSA ini bisa menampilkan kerahiman Allah, kerahiman wajah Allah yang berbelas kasih. Wajah Allah yang berbelas kasihan itu dapat ditemukan dalam diri para suster itu.

Berikut biodata singkat 4 suster yang merayakan 25 tahun Membiara

  1. Clara, OSA

Tempat dan tanggal lahir : Sei Batu 5 November 1964, Berasal dari Sanggau,  Kalimantan Barat

motto: barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar (Luk.  16:10).

  1. Sr. Ursula, OSA

Tempat dan tanggal lahir: Lamawara 10 Februari 1969, berasal dari Lamawara Ile Ape Lembata NTT.

Motto : Sungguh, Allah itu keselamatanku, aku percaya dg tdk gemetar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatan dan mazmurku.  Ia telah menjadi keselamatanku (Yes. 12:2). Masuk biara 1989.

  1. Sr. Yosepha, OSA

Tempat dan tanggal lahir: Flores Timur 8 September 1965, berasal dari Keloreama Solor Barat.

Motto :Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku kepadaNya hatiku percaya (Mzm. 28:7)

  1. Sr. Marieta Fernandez Aikoli OSA

Tempat dan lahir :  Larantuka 29 Desember 1969.

Asal: Larantuka, Flores -Timur.

Kaul pertama 18 Juli 1992. Motto: I can do all things through him who strengthens me. (Philipians 4:13).

 

Sr. Yosepha dan Sr. Marieta sama-sama dari Kabupaten Flores Timur NTT,  Sedangkan Sr. Clara berasal dari Kabupaten Sanggau, Kalimantar Barat.

Selama seperempat abad (25 tahun) pula, susteran OSA berkasih lewat karya-karya mereka di Indonesia.

Sekilas sejarah Singkat kemandirian suster OSA di Indonesia

Kemandirian  OSA dimulai 9 Agustus 1992, Kongregasi Mandiri (terpisah dari kongregasi suster Augustinessen Heemstede Belanda).

Selanjutnya, Suster Santo Augustinus dari Kerahiman Allah (OSA) berstatus  Kongregasi Diosesan, Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia.

Hubungan dengan suster St. Augustinessen Heemstede Negeri Belanda terwujud dalam solidaritas yang nyata dalam suka dan duka, hidup dan karya.

Kunjungan timbal balik setiap dua tahun sekali antara DPP Suster OSA Belanda dan DPP Suster OSA Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus tapak tilas ke biara induk Suster OSA Dendermonde di Belgia. Suster OSA Indonesia  menyatakan Suster OSA Dendermonde di Belgia adalah Nenek dan Suster OSA di Heemstede Nederland sebagai ibu mereka.

Pada tanggal 9 Agustus 1992, Suster OSA di Indonesia diafiliasikan dengan ordo Santo Augustinus dan diterima menjadi keluarga besar ordo St. Augustinus, oleh Pater jendral OSA Miguel Angel Orcasitas OSA di Roma.

Sejak saat itulah memakai nama OSA dan diikut sertakan dalam semua kegiatan-kegiatan yang diadakan ordo St. Augustinus Asia Pasifik.

Hingga saat ini, Komunitas Suster OSA di Indonesia berjumlah 21 komunitas dan bekerja serta berkarya di  9 keuskupan :

  1. Keuskupan Ketapang Kalimantan Barat : 9 komunitas
  2. Keuskupan Agung Pontianak Kalimantan Barat : 3  komunitas
  3. Keuskupan Sintang Kalimantan Barat : 1 Komunitas
  4. Keuskupan Sanggau Kalimantan Barat  : 2 komunitas
  5. Keuskupan Palangkaraya Kalimantan Tengah : 1 komunitas
  6. Keuskupan agung Semarang Jawa Tengah : 1 komunitas
  7. Keuskupan Malang  Jawa Timur : 1 komunitas
  8. Keuskupan Surabaya Jawa Timur : 1 komunitas
  9. Keuskupan Sorong Papua Barat : 2 komunitas
1 Singkatan nama Ordo/Kongregasi OSA
2 Nama lengkap Ordo/Kongregasi/ I.S Kongregasi Suster Santo Augustinus  dari Kerahiman Allah
3 Status Ordo /Kongregasi:

Apakah kepausan atau diosesan : Internasional atau pribumi.

Diosesan /pribumi
4 Nama lengkap  Pemimpin Umum Sr. Lucia Wahyu OSA
5 Jumlah Novis I & II 4
6 Jumlah Profesi  sementara 12
7 Jumlah Kaul kekal 97
8 Jumlah suster 113
9 Alamat Lengkap no. Telpon, Fax. Hp, dan Email KONGREGASI SUSTER SANTO AUGUSTINUS DARI KERAHIMAN ALLAH

Jl.Jenderal Sudirman 31, Ketapang 78813 Kalimantan Barat Telp.(62) 0534-32483, Fax.(62)0534-33064.

Email sr_lucia_osa@yahoo.com

 

 

Sumber dan bahan tulisan dari data:  Susteran OSA, Data per Juli 2017

Penulis : Petrus Kanisius, Dwi Za Bagastia dan Aldo (Umat Katolik Paroki Katedral Ketapang, Kalbar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini