BEDAYONG Perkenalkan Budaya Ketapang di Yogyakarta

193
Kontingen BEDAYONG "perform" di PSBDK XV Jogjakarta, Rabu (15/11) (Foto: IST)

MONGA.ID – YOGYAKARTA, Setiap orang harus bangga dengan budaya dimana ia berasal. Pada tanggal 15 November 2017, Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK) dilaksanakan untuk ke-15 kalinya di Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri ini dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, SH., dan ditutup pada tanggal 17 November oleh Bupati Kabupaten Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah mengumpulkan seluruh pelajar dan mahasiswa asal Kalimantan yang melanjutkan studi di Pulau Jawa. Para pelajar dan mahasiswa diajak untuk berpesta dan bergembira bersama sambil memperkenalkan kebudayaan Dayak dari daerah masing-masing.

Kontingen BEDAYONG "perform" di PSBDK XV Jogjakarta, Rabu (15/11) (Foto: IST)
Kontingen BEDAYONG “perform” di PSBDK XV Jogjakarta, Rabu (15/11) (Foto: IST)

Sebagai wadah berkumpul mahasiswa asal Kabupaten Ketapang, Forum Bujang Dare Kayong (Bedayong) turut serta memeriahkan PSBDK XV. Pada event PSBDK XV, Bedayong turut serta dalam berbagai perlombaan diantaranya: lomba stand terbaik, lomba tari kreasi dayak, lomba aransemen lagu dan komposisi musik etnik dayak, lomba permainan rakyat (lomba menyumpit, lomba pangka gasing, lomba pehiding, dan lomba belawa isin).

Forum Bedayong mengangkat tema berbeda dalam setiap perlombaan yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dayak yang ada di Kabupaten Ketapang. Pada lomba stand, Forum Bedayong menampilkan kegiatan berayah, sebuah ritual adat dayak untuk penyembuhan orang sakit. Pada lomba tari kreasi dayak Forum Bedayong mengangkat tema “agah batu daya” yang menampilkan keindahan bukit batu daya serta kehidupan masyarakat batu daya. Sedangkan pada aransemen lagu dan komposisi musik etnik, menghasilkan sebuah karya, yakni lagu Kampung Sebauk yang menceritakan keindahan Kampung Sebauk serta ritual adat tentobus.

“Tahun ini Bedayong fokus untuk memperkenalkan budaya serta pariwisata asal Kabupaten Ketapang. Kita jalan sesuai harapan Pak Bupati, bahwa pelajar dan mahasiswa Ketapang di Yogyakarta harus bisa lebih kreatif dan juga bisa mengemas hal-hal yang menarik dari Kabupaten Ketapang supaya Kabupaten Ketapang bisa menjadi salah satu destinasi pariwisata di Indonesia” ujar Ketua Forum Bedayong, Ignatius Yoga Patria.

Kontingen BEDAYONG "perform" di PSBDK XV Jogjakarta, Rabu (15/11) (Foto: IST)
Kontingen BEDAYONG “perform” di PSBDK XV Jogjakarta, Rabu (15/11) (Foto: IST)

Disinggung mengenai biaya yang digunakan, Yoga menyampaikan bahwa biaya diperoleh dari iuran pengurus forum, usaha dana seperti berjualan makanan dan ngamen, serta sumbangan dari beberapa tokoh seperti Bupati Ketapang (Martin Rantan), mantan Bupati Ketapang (Henrikus), Ketua DPRD Kab. Ketapang (Budi Mateus), beberapa anggota DPRD Kabupaten Ketapang (Antoni Salim, Aquino Ceger, Mateus Yudi, dan Irawan), beberapa orang tua mahasiswa, dan beberapa alumni Forum Bedayong sendiri.

Yoga menambahkan bahwa pada pelaksanaan kegiatan PSBDK kali ini Forum Bedayong mengalami defisit anggaran. “Kekurangan yang ada juga ditutupi teman-teman dengan patungan. Ada yang 1 juta, 500ribu, macam-macam lah. Nantinya akan kita ganti pelan-pelan sambil usaha dana lagi” terangnya.

Pelaksanaan PSBDK XV sendiri berjalan dengan baik. “Tahun ini kita ikut PSBDK dengan luar biasa. Walaupun cuma bisa bawa pulang 2 kategori juara yakni juara 1 pangka gasing putri dan komposer terbaik kita sudah senang. Kita cuma kecewa sumpit kita didiskualifikasi karena terlambat registrasi. Tapi kita senang, tahun ini Bedayong bisa menghimpun lebih dari 100 pelajar mahasiswa asal Kabupaten Ketapang” tutup Yoga.

(Penulis : Tim Majalah BETANG, majalah terbitan Forum BEDAYONG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini