‘Uncle Gondrong’ Demo Tattoo Tradisional (handtapping) yang Mendunia di PSBDK XV di Yogyakarta

454
'Uncle Gondrong' demo handtaping tatto di perhelatan PSBDK XV Yogyakarta, beberapa waktu lalu (Foto: Aldo)

Monga.id-Yogyakarta, Pentas Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK) ke XV di Yogyakarta resmi dibuka 15/11/2017.

Kegiatan rutin tahunan ini diselenggarakan oleh forum-forum mahasiswa yang berasal dari Kalimantan dan berada di Yogyakarta. PSBDK tahun ini diadakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoematri, UGM Yogyakarta 15-17 November 2017.

Pada tahun ini, tema PSBDK yang diangkat adalah “Harmonisasi Budaya Dayak Melalui Kolektifitas Kearifan Lokal”

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Bapak Antonius L.Ain Pamero,S.H yang mana pada tahun ini sebagai tuan rumah PSBDK XV.

Di malam pertama dalam rangkaian acara PSBDK XV ternyata ada hal yang menarik yaitu demo tatto tradisional suku Dayak.

Alexander Novan Putra Lamandau yang akrab disapa “Uncle Gondrong” adalah salah satu putra daerah Ketapang Kalimantan Barat yang berperan sebagai tattoo artist.

Uncle mengatakan bahwa tatto tradisional(handtapping) merupakan budaya warisan dari nenek moyang orang Kalimantan dan Mentawai yang perlu untuk dilestarikan agar tidak hilang dimakan oleh zaman. Disamping itu, Uncle juga mengutip apa yang telah dikatakan oleh Refi Mascot yang mana adalah salah satu pemerhati budaya dan kolektor tatto, bahwa “Budaya tatto itu lahir sebelum adanya agama dan Republik Indonesia ini berdiri..

Handtaping tatto masa kini, menggunakan jarum dan tinta tatto yang ramah dengan kulit manusia (Foto : Aldo)

Budaya tatto adalah budaya asli masyarakat suku Dayak Iban Kalimantan dan Mentawai.
Budaya tatto ini adalah sebagai bentuk cara masyarakat Iban untuk menunjukkan status sosial pematkai, dan bisa juga kelompok tertentu, untuk dapat membedakan mana yang musuh dan mana yang merupakan teman mereka..” Rajah Iban

Teknik tradisional tatto ini menggunakan media kayu ulin atau kayu besi sebagai alat untuk men-tatto seseorang. Di masa lalu, masyarakat menggunakan duri tanaman sebagai jarumnya dan jelaga(arang) sebagai tinta dari sebuah tatto. Seiring dengan perkembangan zaman, kini tatto tradisional tidak lagi menggunakan duri dan jelaga, melainkan telah menggunakan jarum dan tinta pabrikan yang khusus untuk kulit manusia.

Pada malam pertama ini juga, kegiatan PSBDK ramai dikunjungi oleh masyarakat di seputaran kota Yogyakarta dan sekitarnya. Uncle Gondrong yang saat itu sedang melakukan kegiatan demonstrasi tatto pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal.

Sayangnya kegiatan PSBDK ini hanya berlangung selama tiga hari dan puncaknya dilaksanakan pada hari Jumat (17-11-2017) jadi bagi teman-teman yang berminat merajah kulit (tatto) dengan metode tradisional bisa di hari biasa di luar PSBDK” terang Uncle.

Uncle Gondrong merupakan mahasiswa STPMD APMD Yogyakarta. Bagi yang berminat tatto dengan metode tradisional bisa menghubungi Uncle Gondrong di kontak 085329647012.

(MONGA/Penulis : Aldo&Bagas, Editor : ADN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini