600 Tahun Kota Ketapang “Nostalgia Tahun 1970-an”, Ketika Bioskop Menjadi Satu-satunya Hiburan Warga Kala Itu

600
Bioskop Pawan, salah satu bioskop andalan Ketapang di tahun 90-an (Foto : IST / Doc. Simon Yosonegoro Lim)
Bioskop Pawan, salah satu bioskop andalan Ketapang di tahun 90-an (Foto : IST / Doc. Simon Yosonegoro Lim)

Monga.id, Ketapang  11 Maret 2018, kemarin, Kota Ketapang genap berusia 600 tahun, umur yang tak lagi muda. Kisah masa lalu (nostalgia) juga sudah barang tentu menjadi kerinduan untuk dikenang. Sesuatu yang menarik untuk diingat dan di kenang kembali adalah bioskop. Mengapa bioskop menjadi nostalgia di Kota Ketapang?.

Benar saja, kala itu (tahun 1970-an) bioskop menjadi satu-satunya hiburan warga. Bahkan pada tahun-tahun tersebut Kota Ketapang sudah memiliki beberapa Bioskop yang menjadi hiburan dan pilihan rakyat tempo dulu.

Kebutuhan akan hiburan di masyarakat satu-satunya hanya bioskop dan sempat menjadi pilihan warga untuk hiburan di Kota Ketapang, kala itu. Mengingat, jaman yang berbeda (dulu dan sekarang) perkembangan dan hiburan sangat berbeda. Dulu, hiburan sangat sulit untuk didapat. Berbeda dengan saat ini (jaman now) yang dengan sangat mudah dan banyak sekali hiburan yang bisa kita pilih dan pilah, kapan pun dan dimana pun tanpa pembatas ruang dan waktu.

Nostalgia akan kerinduan dan cerita lama pun jika boleh dikata menjadi obat penawar masa-masa muda orangtua ketika itu. Pengingat akan sekelumit sejarah singat hiburan di Kota Betuah ini.

Sebagai pengingat,  setidaknya ada 4 (empat) bioskop yang menjadi kenangan dan hiburan masyarakat kota Ketapang, kala itu (tahun 1970-an) diantaranya:

1. Bioskop Sejahtera

Berlokasi di Jl. A. Yani Kabupaten Ketapang, bioskop Sejahtera, sudah  barang tentu tidak asing bagi masyarakat Ketapang dengan nama ini. Tempat ini dulunya menjadi primadona kalangan muda Ketapang tempo duluuntuk meluangkan waktu untuk nongki dan nonton. Bersepeda menjadi andalan kaum bujang dare kayong (pemuda-pemudi Ketapang) untuk menuju tempat ini. Kini Bioskop ini sudah tinggal Gedung dan kenangan dimana saat ini sudah dimanfaatkan menjadi lapangan olahraga bulu tangkis.

2. Ketapang Teather

Ketapang Theater asing bagi kalangan muda saat ini, karena nama ini sering terdengar dengan sebutan K.T. Akan tetapi bagi kaum muda 70-an nama Ketapang Theater udah terbiasa dan bahkan sebuah impian diakhir pekan untuk pergi ke sini Bersama teman dan pacar serta keluarga untuk menonton film. Saat ini kemegahan K.T. sudah dimanfaatkan menjadi sarana olahraga Bulutangkis dan ada caffe yang bergaya outdoor sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun tempanya di jalan Dr. Sutomo Kabupaten Katapang.

3. Bioskop Sukabangun Teather Kabupaten Ketapang

Pembagian wilayah akan tata kelola kawasan mungkin sudah terencana dengan baik tempo dulu. Hadirnya bioskop di Kelurahan Sukabangun menjadi sebuah bukti akan kebutuhan sarana (bioskop) di daerah Sukabangun. Sama dengan yang lainnya, bioskop ini menjadi primadona masyarakat untuk mengupdate  (memperbaruhi) film untuk menonton bersama keluarga, teman, pacar dan sahabat.

4. Bioskop Pawan Jl. Merdeka Kabupaten Ketapang

Bioskop Pawan, sesuai dengan namanya yang  berarti sungai terpanjang dan terbesar di Kabupaten Ketapang. Bioskop ini pun terletak ditepian sungai Pawan dengan view tepi air yang menjadi daya tarik bioskop ini. Mungkin ada sebuah kenangan di Bioskop Pawan dengan view (melihat) yang indah ini. Selain alasan melihat yang indah, sudah jelas tujuan ketempat ini ialah menonton. Apa kenangan film di Bioskop Pawan ini ?. Bagi yang pernah berkunjung ke bioskop ini sudah pasti ada kenangan terindah yang pernah dialami ketika menonton di bioskop.

Perlahan sejak tahun 90-an, ke-empat biokop ini pun perlahan-lahan kian ditinggalkan dan akhirnya tutup. Selanjutnya hiburan masyarakat  beralih dengan ditandai hadirnya televisi sebagai media hiburan di Tanah Air lebih khusus dengan program Sinetronnya, menjadi salah satu  alasan tepat bioskop kalah bersaing dan kala itu pula insan perfilman nasional sedang lesu dalam hal produksi film-film layar lebar yang diperuntukan bagi bioskop

Pada  era reformasi bergulir hingga memasuki era milenial, tepatnya di tahun 2018 hiburan masyarakat kembali hadir di kota Ketapang. Yang dulu ada empat, kini satu saja sudah cukup menjadi kebahagiaan masyarakat akan hiburan ini.

Sesuatu yang pasti, bioskop saat ini semakin canggih sudah dengan teknologi yang kekinian dan didukung oleh kualitas ruangan yang akustik, ber -ac, bersih dan tak kalah hebatnya lagi dengan layar yang sudah bisa dinikmati dengan kualitas 3D (3 Dimensi). Hingga saat ini, bioskop boleh dikata sebagai hiburan yang  murah meriah bagi masyarakat.

Itulah sekelumit kisah yang mengiasi 600 Tahun Kota Ketapang terkait “Nostalgia Tahun 1970-an”, Ketika Bioskop Menjadi satu-satunya Hiburan Warga Kala Itu. Berharap, kita tidak melupakan sejarah yang ada dan terjadi sebagai pengingat agar tidak lupa ditelan jaman.

(MONGA/Petrus Kanisius dan Dwi Za Bagastia)     

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini