Berkah di Musim Penghujan, Tumbuh Suburnya Rebung dan Ragam Manfaatnya Bagi Warga

200
Rebung. Foto dok. youtube
Rebung. Foto dok. youtube

Monga.id– Hujan yang terus menerus mengguyur Bumi Kayong (sebutan untuk masyarakat di Ketapang dan Kayong Utara) sejak beberapa waktu lalu, ternyata memiliki berkah tersendiri akan sebuah potensi alamnya yang memiliki nilai jual bagi warga. Potensi tersebut tak lain adalah tunas bambu atau masyarakat lokal menyebutnya rebung.

Tumbuhan bambu ini merupakan tumbuhan yang tumbuh subur dikala musim penghujan. Seperti diketahui, rebung tak asing bagi masyarakat Ketapang bahkan Indonesia, dikarenakan tumbuhan ini enak untuk di konsumsi.

Gulai ikan dicampur rebung. Foto dok. detikfood
Gulai ikan dicampur rebung. Foto dok. detikfood

Rebung bisa diolah atau dimanfaatkan dengan cara langsung dimasak. Rebung juga bisa dikeringkan terlebih dahulu kemudian juga dapat dimasak dengan ragam racikan dan olahan masakan seperti tumis rebung ikan teri, rebung masak campur tempoyak, rebung juga bisa dimasak sebagai campuran masakan ikan salai (ikan yang diasapkan) atau juga rebung bisa dimasak dan dicampur pucuk daun seperti daun timun dan perenggi muda, rebung juga bisa dimasak oseng-oseng pedas campur buah perenggi muda dan santan. Apabila rebung kering cocoknya dimasak kari dan campuran daging.

Rebung (tunas bambu) merupakan makanan yang sangat banyak dimanfaatkan atau diolah sedemikian rupa. Baik dimasak dengan cara di tumis, di masak santan, di asamkan, bahkan di Semarang dijadikan isi makanan ringan atau yang dikenal dengan Lumpia. Rebung menjadi  salah satu peluang bisnis dikarenakan masakan dari bahan rebung cocok dilidah masyarakat kita khususnya dan umumnya masyarakat Asia seperti Cina, Asia Selatan, Jepang, Asia Tenggara. Rebung yang mudah dikelola untuk sajian sajian masakan. Wah… Sudah pasti enak, pasti mantap jiwa alias maknyus.

Rebung juga ternyata juga memiliki manfaat yang luar biasa. Bermanfaat.com menyebutkan, ternyata, mengkonsumsi rebung memiliki manfaat baik bagi kesehatan seperti misalnya baik untuk pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan siklus haid, menurunkan kadar kolestrol. Selain ke empat manfaat ini, masih banyak manfaat dari rebung ini.

Rebung kering. Foto : IST
Rebung Kering. Foto : IST

Untuk harga, rebung biasanya dijual per satu kilogramnya dengan harga Rp 5.000 -10.000. Ada yang spesial dari rebung, yaitu rebung kering (klingking), harga pasarannya cukup menjanjikan. Mengutip dari laman detikfood.com, harga rebung yang sudah dikeringkan nilai jualnya seharga Rp 17.500 hingga Rp 22.700 perkilogramnya di toko resmi. Menjadi sumber berkah bagi warga yang memanfaatkan rebung sebagai sumber ekonominya.

Bila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, tentunya juga rebung memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Rebung dapat dijual dan menjadi penghasilan tambahan warga. Ayo, jangan takut makan rebung.

Monga.id/Dwi Za Bagastia

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini