Ritual “Molas Angko dan Nudok Angko Tautn” di Belantek, Lestarikan Sekaligus Merawat Warisan Budaya Leluhur

100
Saat pemberkatan ayam milik masyarkakat dalam ritual adat (Foto : IST/ Frans Lakon)
Saat pemberkatan ayam milik masyarkakat dalam ritual adat (Foto : IST/ Frans Lakon)

Melestarikan warisan leluhur adalah bagian dari proses menjaga relasi dan keseimbangan hidup antara manusia dengan Duata (Tuhan), manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia setidaknya itu yang semestinya dilakukan.

Proses itu dilakukan warga Kampung Belantek hari Sabtu (28/4/2018) kemarin.

Ritual “molas angko dan nudok angko tautn” di keramat Pateh Pelinokng Kampung dengan tujuan agar kampung dan segala usaha, cita-cita warganya selalu diberkati, seperti ba muh buleh podi, badagakng buleh untokng, midup colap nyaman lapakng logak (Berladang bisa memperoleh padi yang berlimpah, Berdagang memiliki untung, hidup penuh dengan kebahagian dan berkat).

Nilai Gotong royong sangat terasa di kampung ini dimana pada saat penyelnggaraan ritual, masyarakat berbondong-bondong untuk memberikan sumbangan dan mempersiapkan segala sesuatu secara bersama.

“Setiap warga mengumpulkan satu ekor ayam di bawa ke keramat untuk diberkati kemudian dimakan bersama, setelah makan bersama baru prosesi di laksanakan”, jelas Frans Lakon selaku putra asli Belantek.

Nilai kebersamaan dan runtutan adat yang terstruktur menambah hikmat dan sakral ritual ini, dalam prosesi ini para Domong dan dukun batara setempat terbagi dalam dua kelompok diantaranya kelompok yang bertugas untuk ‘mulakng Angko’ dan yang bertugas untuk ‘ngenudok angko tauntn’.

“Kelompok yg bertugas untuk ritual molas angko dan kelompok untuk ritual ngenudok angko tautn. Para domong molas angko lebih dulu memulai yg kemudian disusul kelompok ngenudok angko tautn”, pungkas Putra Belantek tersebut.

Frans Lakon Putra Asli Belantek saat menghadiri rituall adat (Foto : IST Frans Lakon)
Frans Lakon Putra Asli Belantek saat menghadiri rituall adat
(Foto : IST Frans Lakon)

Dalam prosesi ini ada bentuk sesajian yang diantaranya terdapat beras kuning, beras putih, tuak, ati ayam, dan bambu tang sudah mati diraut tipis dan ditusuk ke sela-sela ke ayam.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengurus adat Kampung Belantek ditambah dengan kepala Dusun dan para sesepuh kampung. Adapun lokasi Keramat terletak di Sungai Concong Dusun Belantek Desa Botuh Bosi Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang.

Berharap tradisi seperti ini bisa terus dilakukan oleh masyarakat sebagai bukti budaya leluhur tetap terawat dan terjaga lestari hingga nanti.

(MONGA /Dwi Za Bagastia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini