Ternyata Tanaman Ini Buahnya Mahal Lho, Mungkin Ini Bisa Menjadi Peluang

543
Tanaman Ciplukan Foto dok. Ciplukan/IST
Tanaman Ciplukan Foto dok. Ciplukan/IST

MONGA.ID, KETAPANG- Bagi masyarakat kita, mungkin tidak asing lagi dengan tanaman dan buah ini. Konon, di pasaran internasional seperti di Brunei, sebijinya bisa dihargai Rp10 ribu. Sementara di mal di kota besar di Jakarta sekilonya mencapai Rp500 ribu, demikian ditulis di laman Intisari beberapa waktu lalu.

Buah leletup atau letup-letup itu tanaman yang sangat banyak tumbuh di wilayah Ketapang.  Tanaman ini tumbuh dengan sendirinya dari sisa-sisa pembakaran. Hampir pasti tumbuhan ini akan tumbuh subur dengan sendirinya. Mungkin, ini bisa menjadi peluang bisnis baru jika dikelola dengan baik.

Tumbuhan terna semusim yang tingginya hanya 10-80 cm ini bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika tropika. Saat itu didatangkan oleh orang Spanyol pada zaman penjajahan abad XVII, ketika orang VOC masih merajalela bersaing dengan orang Spanyol dan Portugis menjajah bangsa Indonesia.

Buah ceplukan atau Leletup yang harganya mahal itu. Agus Surono, Intisari
Buah ceplukan atau Leletup yang harganya mahal itu. Agus Surono, Intisari

Buah dari tumbuhan ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, analgesik, dan sitotoksik. Juga sebagai peluruh air seni (diuretic), menetralkan racun, meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh dan anti tumor.

Dengan harganya mahal tersebut, boleh jadi tanaman yang memiliki banyak nama ini menjadi salah satu peluang bisnis baru yang bisa digarap oleh siapa saja.

Sumber berita dari Intisari, baca selengkapnya di sini 

(MONGA/Petrus Kanisius)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini