Yuk Berkenalan dengan Paduan Suara Gita Swara Fatima

296
Paduan Suara GSF Saat bertugas koor Misa Minggu Paskah, 1 April 2018, di Gereja St. Gemma Galgani. Foto dok. IST/MONGA.ID
Paduan Suara GSF Saat bertugas koor Misa Minggu Paskah, 1 April 2018, di Gereja St. Gemma Galgani. Foto dok. IST/MONGA.ID

MONGA.ID, KETAPANG- Bernyanyi untuk Kemuliaan Tuhan (Cantate In Gloriam Dei) menjadi semboyan Paduan Gita Swara Fatima (GSF). Paduan Gita Swara Fatima (GSF) merupakan kelompok Paduan Suara dari Rumah Sakit Fatima, mereka beranggotakan karyawan dan suster yang bekerja di RS Fatima dari berbagai profesi medis ataupun non medis.

Para anggota karyawan dan suster RS Fatima ini dengan kerendahan hati bersedia untuk turut ambil bagian dalam tugas koor Misa di Gereja St. Gemma Galgani dan Gereja St. Agustinus Keuskupan Ketapang. Dengan demikian rumah sakit Fatima tidak hanya dikenal dalam pelayanan kesehatan masyarakat Ketapang, tetapi dikenal pula dalam pelayanan gereja katolik sebagai satu-satunya Rumah sakit swasta Katolik yang ada di Kabupaten Ketapang.

Padus GSF saat bertugas koor Misa Minggu Paskah II, 8 April 2018, di Gereja St. Agustinus - Payak Kumang. Foto IST/MONGA.ID
Padus GSF saat bertugas koor Misa Minggu Paskah II, 8 April 2018, di Gereja St. Agustinus – Payak Kumang. Foto IST/MONGA.ID

Untuk lebih mengenal Paduan Suara Gita Swara Fatima, berikut petikan Wawancara khusus awak MONGA.ID, Dwi Za Bagastia dengan dokter Yohanes selaku pegurus Paduan Suara Gita Swara Fatima :

Kapan berdirinya Padus GSF ?

Sebenarnya Paduan Suara RS Fatima sudah lama terbentuk pada tahun 2016 dengan nama Ensemble Fatima, tetapi saat itu hanya bertugas sebagai koor pengganti yang menggantikan petugas koor misa yang berhalangan tugas.

Dari cikal bakal inilah, maka baru pada tanggal 27 Agustus 2017, Paduan Suara RS Fatima yang menamai diri “Gita Swara Fatima”, memberanikan diri untuk mulai bertugas koor pada Misa Minggu, Pkl. 08.00, di Gereja St.Gemma Galgani.

Jadi boleh disebut, tanggal 27 Agustus 2017 sebagai tanggal berdirinya Padus Gita Swara Fatima.

Siapa penggagas awal berdirinya GSF?

Penggagas awal berdirinya GSF yaitu dr.Yohanes (salah satu dokter umum di Rumah Sakit Fatima), Ibu Sri (salah satu bidan di RS Fatima), dr.Margaretha Indah W., MPH (direktur RS Fatima), bersama dengan beberapa karyawan dan Suster Rumah Sakit Fatima yang memiliki kesepakatan bersama untuk membentuk paduan suara RS Fatima yang aktif dalam pelayanan koor misa di gereja.

Apa Visi dan Misi Padus (Paduan Suara) GSF ?

Visi dan misi padus GSF sesuai dengan semboyan “Cantate In Gloriam Dei” yang tertulis dalam logo GSF, yaitu “Bernyanyi untuk Kemuliaan Tuhan”.

GSF akan selalu berusaha untuk bernyanyi dengan baik dalam setiap tugas koor misa yang sudah dijadwalkan, dengan begitu dapat membantu umat untuk semakin khusuk dalam mengikuti perayaan ekaristi.

Siapa saja yang boleh menjadi peserta GSF berdasarkan AD / ART GSF ?

Yang boleh menjadi peserta GSF adalah seluruh karyawan dan suster yang bekerja di RS Fatima dari berbagai profesi medis dan non medis.

Apa keunikan dari padus GSF dari padus yang lainnya ?

Pertama, Beranggotakan khusus karyawan dan suster yang bekerja di RS Fatima dari berbagai profesi medis atau non medis.

Kedua, Dalam setiap penampilan tugasnya, GSF selalu membawakan 1 lagu atau beberapa lagu dengan iringan musik unik tradisional yang terkadang iringan musiknya ini bekerjasama dengan FatimaKustik, kelompok musik RS Fatima, yang memainkan kolaborasi beberapa alat musik. Ini menunjukkan bahwa GSF menaruh perhatian terhadap jenis musik tradisional terutama musik dayak dan musik tradisional lainnya.

Bagaimana metode pengajaran dalam Padus GSF ?

Dilakukan dengan latihan bernyanyi bersama rutin satu kali seminggu, dan dapat meningkat frekuensi latihan nya saat persiapan jadwal tugas tertentu.

Hingga saat ini padus GSF pernah berkarya dan bernyanyi dimana saja ?

Tugas rutin koor misa di Gereja St.Gemma Galgani dan Gereja St.Agustinus. Terakhir tampil pada tugas koor Misa Minggu Paskah 1 April 2018 di Gereja St.Gemma Galgani dan Misa Minggu Paskah II 8 April 2018 di Gereja St.Agustinus, kemarin. Kita biasanya dipercaya untuk koor misa pemberkatan perkawinan. Selain juga pertemuan internal dan  perayaan misa di dalam lingkungan RS Fatima.

Selain bernyanyi di Gereja apakah GSF memiliki mimpi menjadi Padus yang profesional ?

Iya, menjadi padus profesional yang dapat melayani kebutuhan umat akan koor atau paduan suara, tidak hanya rutin bertugas dalam koor misa minggu di gereja.

Terbukti dari sudah ada nya beberapa tugas koor misa pemberkatan perkawinan yang sudah GSF layani.

Bagaimana langkah menjadi anggota padus GSF ?

Bagi karyawan dan Suster RS Fatima, untuk menjadi anggota GSF itu sangat mudah. Tidak harus sebelumnya pandai menyanyi atau memiliki suara bagus, tetapi hanya cukup memiliki kemauan untuk berlatih bernyanyi bersama di setiap latihan. Jadi bila ingin menjadi anggota padus GSF, cukup datang langsung dalam setiap jadwal latihan yang ada dan ikut dalam jadwal tugas yang ada.

Berapa jumlah anggota GSF hingga saat ini. Berapa jumlah yg aktif dan berapa yg tidak aktif ?, Siapa saja mereka apakah kerja di lingkup RSF atau tidak?

Jumlah anggota GSF hingga saat ini yaitu 70 orang, semuanya bekerja di lingkup RS Fatima, dengan pelatih kami saat ini yaitu Sr. Mediatrice, OSA yang bekerja di Yayasan Pelayanan Kasih Fatima. Pelatih kami sebelumnya yaitu Adrianus Andrean, saat ini sedang menempuh pendidikan beasiswa di China.

Kami tidak memakai istilah anggota “aktif” maupun “tidak aktif”. Dari 70 anggota ini, ada kalanya tidak semuanya dapat ikut bertugas karena bentrok dengan jadwal dinas masing2 anggota yang sebagian besar berdinas shift di RS Fatima. Untuk itu kami selalu fleksibel bagi semua anggota yang tidak bisa hadir latihan atau ikut bertugas, dikarenakan memang kondisi anggota kami sebagian besar berdinas shift (ada shift pagi, shift siang dan shift malam). Pelayananan kepada pasien RS Fatima adalah yang lebih utama.

Apa pesan dan kesan juga harapan GSF ?

Di gereja keuskupan katedral tentunya sudah terdapat banyak sekali paduan suara, yang selalu melayani tugas koor misa di gereja. Bagi paduan suara lainnya agar tetap semangat untuk bernyanyi dengan baik dalam setiap tugas koor misa. Dengan bernyanyi baik, maka akan membantu umat untuk semakin khusuk dalam mengikuti perayaan ekaristi di gereja. Keberadaan padus dalam setiap misa di gereja, memiliki peranan sangat penting dalam memeriahkan suasana liturgi perayaan ekaristi.

logo Paduan Suara Gita Swara Fatima. Foto dok. Padus GSF
logo Paduan Suara Gita Swara Fatima. Foto dok. Padus GSF

Terima kasih kepada pengurus seksi liturgi subseksi koor Gereja St. Gemma Galgani dan Gereja St. Agustinus yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada GSF untuk berkarya melayani tugas koor misa di gereja. Semoga GSF dapat selalu memberikan nyanyian terbaik dalam setiap tugas koor misa, untuk semakin dapat membawa umat khusuk dalam mengikuti perayaan ekaristi.

(MONGA.ID/Dwi Za Bagastia)

1 KOMENTAR

  1. Jaya selalu untuk Padus Gita Swara Fatima. saya sangat terkesan karna ikut bergabung ambil bagian dari Padus ini. dari sini juga saya belajar dari Nol sehingga sedikit demi sedikit bisa mngerti dan mengikuti dgan baik. terima kasih untuk rekan2 GSF semua nya yang telah membantu dn membimbing saya sehingga bisa bernyanyi Memuliakan Tuhan.. “Cantate In Gloriam Dei” amennn.. 🙂 🙂
    .
    .
    .
    #GitaSwaraFatima
    #GSF_Choir

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini