Sekolah Minggu Ajaran untuk Anak-Anak Mengenal Imannya di Paroki Katedral St. Gemma Galgani

67

MONGA.ID-KETAPANG-“Biarkan anak-anak, datang Padaku … Itu Sabda Yesus, telah memanggilku..” setidaknya itu bait lagu ketika anak-anak bernyanyi saat sekolah Minggu berlangsung di Paroki Katedral St. Gemma Galgani Ketapang, beberapa waktu lalu.

Video dok : IST/ Karel Yosi

Sekolah Minggu (Bina Iman Anak Katolik) dapat diartikan sebagai bentuk ajaran pendidikan iman yang ditujukan bagi anak-anak gereja baik Katolik atau pun juga Protestan.

Sekolah Minggu juga jika boleh dikatakan adalah sebagai sarana bagi anak-anak usia dini untuk mengenal imannya kepada Yesus Kristus. Atau dengan kata lain Sekolah Minggu, sebagai wadah, (wadah pembembinaan) iman  anak dalam  gereja lewat sekolah Minggu pada hari Minggu.  Pembinaan iman anak  penting bagi gereja karena masa anak-anak adalah waktu yang terbaik seusia mereka.

Karena pesertanya anak-anak, maka sebut saja dengan kebakaktian Anak. Di dalamnya anak beribadah, berbakti kepada Tuhan; ada unsur-unsur liturgi yang dipakai, seperti nyanyian, doa, pemberitaan Firman, persembahan.

Anak bukanlah orang dewasa mini, ia adalah manusia dalam perkembangan tertentu, ia berbeda dari orang dewasa dalam segi kualitasnya: cara berpikir, cara belajarnya;  masa kanak-kanak dapat dibagi dalam empat bagian, yaitu banyi (0-2 tahun), anak kecil (3-6 tahun), anak tanggung (7-9 tahun), anak besar (10-12) tahun, sumber: Allyman Lumano dan berbagai sumber.

Anak-anak merupakan  anggota gereja, kehadiran  Anak Sekolah Minggu  merupakan kesempatan untuk  menjadi baik, sebelum dosa serta kebiasaan-kebiasaan yang buruk lebih mempengaruhi dengan kata lain, hati Anak Sekolah Minggu  merupakan awal pembinaan iman, mental, bahkan asset “generasi penerus” gereja.

Dalam psikologi perkembangan dipahami bahwa manusia berkembang dari janin, kanak-kanak menjadi dewasa hingga lanjut usia. Masa kanak-kanak merupakan awal kehidupan di dalam dunia, dan pada usia dini anak memandang ke masa depan dalam pertumbuhannya.

(MONGA.ID/Bagas, Editor: Petrus Kanisius)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini