Hutan Sudah Pasti Terdiri dari Pepohonan, tetapi Pohon Belum Tentu Hutan

84
Pohon Dipterocarp yang tumbuh di habitat hidupnya di Gunung Palung. Foto dok. IST/Tim Laman, YP

MONGA.ID-KETAPANG, Pada tatanan kehidupan makhluk hidup dan sebagian besar makhluk hidup memerlukan hutan yang salah satunya adalah pohon. Dalam hamparan hutan yang luas sudah pasti terdiri dari pepohonan dan tumbuhan lainnya, sedangkan pohon saja belum tentu bisa disebut hutan. Mengapa demikian?.

Ada satu atau dua pohon misalnya yang tumbuh dan hidup di sekitar pekarangan rumah sebagai pelindung pekarangan rumah namun itu bukan hutan. Salah satu alasannya mengapa tidak disebut hutan adalah karena disebut hutan harus terdiri dari berbagai tumbuh-tumbuhan dan bukan hanya pepohonan saja.

Di dalam hutan tidak hanya pepohonan tetapi pastilah ada tumbuh-tumbuhan lainnya seperti paku-pakuan, tumbuhan-tumbuhan perdu (tumbuhan yang memiliki ketinggian dibawah 6 meter), tumbuhan lumut dan rerumputan hutan. Selain juga ada jenis tumbuhan seperti rotan dan liana yang hidup dan tumbuh menjalar. Tidak hanya itu ada juga tumbuhan seperti efifit (tumbuhan menumpang).

Pada hutan hujan tropis misalnya, ragam tumbuhan, pepohonan dan satwa bersatu padu sebagai pengisi ruang (satu kesatuan yang tidak terpisahkan hidup dan berkembang biak). Adanya hutan berarti adanya tumbuhan dan hewan. Satu kesatuan makhluk hidup yang mendiami wilayah hutan tersebut untuk saling melengkapi satu kesatuan rantai makanan.

Mengapa di hutan ada pepohonan?. Pepohonan di dalam hutan jika boleh dikata adalah sebagai nafas hidup semua makhluk lainnya tidak terkecuali manusia. Akar tunjang dari pepohonan mampu sebagai penopang dan pelindung makhluk lainnya. adanya akar dari pepohonan mampu menyerap air ketika hujan, penahan erosi atau banjir dan yang terpenting lagi adalah sumber air.

Hutan hujan/hutan tropis memiliki ciri khas seperti curah hujan tinggi, memiliki pepohonan yang besar dan tinggi serta berdaun lebat ternyata juga menyimpan berjuta manfaat, maka disebutlah sebagai perpustakaan alam. Dikatakan sebagai perpustakaan alam karena hutan hujan menyediakan berbagai keunikan, keindahan dan fungsinya yang bermanfaat bagi makhluk lainnya.

Di hutan tropis pepohonan juga memiliki peranan penting sebagai penyedia sumber pakan bagi satwa. Tidak bisa disangkal, buah-buahan dari pepohonan seperti kayu ara (ficus.spp) dan pohon/tumbuhan buah lainnya yang menjadi makanan kesukaan dari banyak satwa seperti burung enggang, orangutan, kelasi dan kelempiau dan tupai serta makhluk lainnya.

Di perkotaan, selain di pekarngan rumah ada juga pohon-pohon yang sengaja di tanam di pinggir jalan. Ada pun tujuan sebagai pelindung bagi siapa saja yang melintas.

Hadirnya hutan di hutan hujan pun tidak bisa disangkal selain sebagai sesuatu anugerah tetapi juga sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan apabila tidak dijaga dan dipelihara.

Ragam persoalan akan muncul apabila hutan (hutan tropis) tidak tersedia lagi. Wilayah-wilayah pemukiman masyarakat akan sulit memperoleh sumber air karena hutan semakin berkurang/terkikis habis. Hal lainnya jug pasti akan terjadi tidak terkecuali banjir dan tanah longsor. Banyak contoh yang terjadi di wilayah kita Indonesia, terjadinya bencana karena salah satunya berkurang/hilangnya luasan tutupan hutan.

Hutan memberi berjuta manfaat bagi kehidupan, sudah selayaknya kita semua untuk berperilaku bijaksana dan peduli dengannya (hutan), salah satunya dengan cara-cara sederhana seperti misalnya kepedulian bersama untuk membibit, menanam, merawat dan menjaganya.

Apabila boleh dikata, hutan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam tananan kehidupan makhluk hidup. Hilangnya luasan tutupan hutan maka akan menyebabkan terputusnya rantai makanan dan salah satu pasti ada yang menjadi korban dari proses terjadinya hal tersebut. Sebaliknya, jika hutan/hutan hujan terjaga dan lestari maka jutaan makhluk hidup bisa lestari hingga nanti.

(MONGA.ID/Petrus Kanisius)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini