Peneliti : Cacing Lilin Menjadi Harapan untuk Mengatasi Polusi Plastik

97
Cacing lilin (Galleria mellonella)terlihat sedang mengunyah plastik. Foto dok : IST/ Federica Bertocchini, Paolo Bombelli dan Chris Howe/ Foto Via VOA Indonesia

MONGA.ID-KETAPANG, Kabar baik, mungkin kata itu cocok untuk dikatakan. Kabar baiknya terkait penemuan para peneliti yang menemukan cacing lilin bisa diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi pesoalan (permasalahan) polusi plastik  di muka bumi saat ini.

Tidak bisa disangkal, persoalan sampah boleh dikata tak kunjung usai. Beberap sebabnya karena sampah plastik yang sering menumpuk dan tidak mudah terurai dapat berpengaruh kepada semua makhluk hidup lainnya. Tentunya, hasil penemuan para peneliti ini sebagai salah satu harapan yang nantinya mampu dipakai/digunakan untuk mengatasi persoalan sampah plastik dengan bantuan cacing lilin.

Mengutip dari laman VOA Indonesia, dikatakan bahwa; Cacing lilin, atau Galleria mellonella, ujar para peneliti, dapat memakan plastik dan membantu mengurangi limbah yang disebabkan oleh penggunaan satu trilyun tas plastik polyethylene (kantong plastik PE : biasanya dipakai sebagai wadah seperti es batu, sirup dan lainnya) setiap tahunnya di dunia.

Setidaknya para peneliti menemukan cara untuk bagaimana mencari solusi nantinya agar persoalan sampah plastik dapat ditangani. Salah satu harapan melalui cacing lilin.  Akan tetapi, jangan sampai pula kita lantas tak peduli karena hadirnya si pengurai bernama cacing lilin ini.

Sekilas tentang cacing lilin, biasanya hidup dan sebagai parasit sehingga tidak jarang menjadi ancaman bagi petani lebah karena sarang bisa saja habis dimakan oleh cacing lilin. Cacing lilin biasanya dikembangbiakan untuk umpan ikan, tetapi terlebih dahulu dikeringkan.

Harapannya, bukan tidak mungkin cacing lilin akan sangat membantu pekerjaan manusia atau pun mesin dalam hal pengelolaan sampah sampah yang sering kali menjadi polusi dan berdampak pada bumi dan segala mahkhluk yang mendiaminya tidak terkecuali burung, ikan dan reftil yang sudah pasti menerima dampak langsung karena menganggap adalah makanan pada hal kantong plastik yang berbahaya bagi keberlangsung hidup mereka.

Mengingat, saat ini sampah plastik sangat mendominasi tersebar dan tak jarang luput untuk diperhatikan (tak jarang kita tanpa sengaja atau bahkan tak ambil pusing membuang sampah plastik). Pola perilaku, itu menjadi salah satu contoh bahwa kesadaran kita masih minim dibandingkan masyarakat luar yang begitu peduli dengan persoalan sampah, sejatinya pun kita bisa untuk melakukannya (peduli).

Memang, tidak bisa disangkal persoalan mendasar tentang sampah adalah persoalan kita bersama hampir dipastikan setiap harinya kita memproduksi sampah tidak terkecuali sampah plastik ketika berbelanja dan tak jarang pula kita dengan mudah membuang sampah begitu saja  tanpa melihat sebab yang akan ditimbulkan oleh sampah tersebut.

Sumber tulisan: Diolah dari berbagai sumber

(MONGA.ID/Petrus Kanisius)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini