Libur telah tiba, ‘Pulang’ sebagai Sebuah Penantian

75

Ku sering merasakannya, kawan
ingin pulang dan merebahkan badan
di kasur empuk dan diselimuti bapakku
rindu sayur bayam masakan ibu

ku sering merasakannya, kawan
ingin pulang dan merebahkan badan
sore di teras bersama bapakku
ditemani teh panas ibu

Begitulah penggalan lirik lagu yang dinyanyikan IKSAN SKUTER dalam lagunya yang berjudul Pulang. Desember merupakan bulan yang sangat ditunggu anak perantauan, hal ini dikarenakan libur panjang dan bertepatan dengan momen hari raya Natal dan Tahun Baru serta bagi anak Kalimantan bulan ini merupakan pucuk waktu berkumpul dengan romansa panen buah di kampung halaman. Sebuah penantian panjang bagi mereka untuk pulang, dikarenkan Desember merupakan bulan akhir di ujung Tahun.

Khayalan akan kerinduan untuk pulang biasanya sudah terencana dengan matang beberapa bulan sebelum Desember hadir. Ber-planning kan untuk pulang sebelum tanggal 22 Desember agar bisa merayakan hari ibu bersama keluarga dan mempersiapkan pohon Natal hingga merepotkan diri dengan merapikan rumah dan menata kue Natal bagi yang merayakan. Sungguh mulia perencanaan ini.

Dering telepon bahkan setiap hari dari keluarga untuk menanyakan kabar, kapan beli tiket dan jadwal libur dari orang di Kampung kepada saudara atau anak mereka. Sontak terkadang bagi yang tidak memiliki libur panjang atau kendala kerjaan, kalimat ini membuat hati menjadi terenyuh. Mungkin Maaf sebuah jawaban yang kurang sempurna untuk disampaikan dikala sudah mengetahui pulang dan planning-planning sebelumnya pada Desember kali ini seperti musim buah yaitu buah kerinduan.

Penantian Pulang dan Planning itu menjadi kata maaf dan rindu. Hanya doa yang terlafas sempurna di kala perenungan malam. Selamat berlibur dengan keluarga bagi saudara yang berkesempatan. Rayakan harimu dengan memanen kerinduan.

Salam Anak Rantau (ALDO – mahasiswa kuliah di Yogyakarta asal Ketapang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini