Duduklah, Akan Kuceritakan tentang Alam 100 tahun Silam

358
Hutan sebagai napas segala bernyawa. (Foto : IST/Pit)

Kisah ini tak biasa, melampaui ruang dan waktu

Mengenai alam yang masih alami, saat manusia belum terlalu berkuasa

Hutan lebat dan rimba hijau, terhampar luas di sana-sini

Kicau burung mengalun indah, serta gemercik air yang jernih

Semua makhluk hidup harmoni, tanpa adanya pertikaian

Alam masih bersih dan asri, tak tersentuh tangan manusia yang tak terkendali

Pohon-pohon menjulang tinggi, menyajikan keteduhan bagi para pengelana

Hewan-hewan berlarian bebas, menghiasi kesejukan udara di sana

Sungai-sungai mengalir lancar, membawa air jernih bagi kehidupan

Alam yang harmoni dan lestari, menjadi sumber kebahagiaan bagi semua makhluk hidup

Namun, kini sudah berbeda, alam telah berubah menjadi kacau

Pohon-pohon berjatuhan, hewan-hewan terancam punah

Sungai-sungai tercemar, dan udara pun semakin terkotori

Akibat ulah manusia yang tak memahami, arti pentingnya menjaga alam yang terhampar di sana

Duduklah, hargailah kisah ini

Kita bisa berbuat, untuk mengembalikan keindahan alam yang pernah ada

Tanamlah pohon-pohon hijau, jaga kebersihan sungai-sungai

Dan jagalah kelestarian alam, agar alam tetap lestari dan indah untuk kita nikmati dan generasi mendatang.

(M. Syainullah-Yayasan Palung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini