Bupati Ketapang Lepas PKM Universitas Muhammadiyah Pontianak

620
Penyerahan bantuan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan KB Nasional Prov Kalbar Drs Kumana kepada keluarga kurang mampu  dan penyerahan secara simbolis kartu E KTP oleh Bupati Ketapang Martin Rantan SH kepada 3 Kepala Desa dalam Kecamatan Tumbang Titi. Foto dok. Diskominfo Kabupaten Ketapang
Penyerahan bantuan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan KB Nasional Prov Kalbar Drs Kumana kepada keluarga kurang mampu  dan penyerahan secara simbolis kartu E KTP oleh Bupati Ketapang Martin Rantan SH kepada 3 Kepala Desa dalam Kecamatan Tumbang Titi. Foto dok. Diskominfo Kabupaten Ketapang

Monga.id-Tumbang Titi, Bupati Ketapang, Martin Rantan di Halaman Depan Kantor Camat Tumbang Titi melepas Praktikum PKM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak berkerjasama dengan Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Barat, Senin (12/3/2018) kemarin.

Bupati Ketapang, Martin Rantan dalam kesempatan tersebut, Senin (12/3) mengatakan, Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang dan masyarakatnya menyambut baik Praktikum PKM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak dan kerjasamanya dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat. Praktikum ini penting sekali artinya buat Pemkab Ketapang dan masyarakat yang dijadikan Praktikum. Terutama dalam Intervensi  Stunting di Kabupaten Ketapang. Hasil Praktikum Kesehatan Masyarakat ini memberikan feedback (umpan balek) buat pemkab Ketapang “Selamat datang dan dengan senang hati adanya Praktikum ini Sehingga data Stunting yang didapat jadi program dibidang kesehatan dan keluarga berencana”, ujar Martin Rantan.

Pemasangan  Implan KB. Foto dok. Diskominfo Kabupaten Ketapang
Pemasangan Implan KB. Foto dok. Diskominfo Kabupaten Ketapang

Selanjutnya menurut Martin, Praktikum Kesehatan ini merupakan langkah baik Dengan harapan peserta PKM bisa menerapkan ilmu pengetahuannya di bangku kuliah di masyarakat dan dapat menemukan langkah strategis berupa pemberdayaan masyarakat. Terutama Issu Stunting, sebab Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronik. Kekurangan gizi sejak dalam kandungan.dan pada masa anak lahir.” Ada tiga dalam Kecamatan Tumbang Titi yang mengalami stunting, yaitu; Desa Mahawa, Desa Batu Tajam dan Desa Serengkah Kanan. Untuk menanganinya maka sudah menjadi kerjasama lintas sektoral dan terintegritas. Baik itu dibidang kesehatanya, KB dan kependudukan ” terang, mantan anggota DPRD ini.

Masih menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengucapkan selamat melaksanakan praktikum kesehatan masyarakat  dengan harapan dapat menjadi bekal ilmu pengetahuan Mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Lembaga Perguruan Tingginya maupun setelah lulus kuliah nanti ” Jadikan ilmu yang didapat di masyarakat menjadi bekal menyususun skripsi atau tesis  nanti.  Setelah itu jadi pengalaman berharga ini setelah lulus kuliah dapat menerapkan kembali ditengah tengah masyarakat”, pinta Bupati.

Pelepasan praktikum mahasiswa PKM ini diwarnai dengan penyerahan bantuan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalbar, Drs. Kumana kepada keluarga kurang mampu  sekaligus penyerahan secara simbolis kartu E-KTP oleh Bupati Ketapang Martin Rantan kepada 3 Kepala Desa dalam Kecamatan Tumbang Titi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut hadir segenap Muspika setempat, Sejumlah camat, para Kepala Desa serta para Kepala SKPD terkait dan sejumlah undangan lainnya. Bupati Ketapang dan rombongan juga sempat meninjau langsung pelayanan Kesehatan dan Keluarga Berencana di lokasi tempat dilangsungkannya pelepasan PKM. Praktikum Kesehatan Masyarakat (PKM) ini berlangsung sejak 10 Maret hingga 5 Mei 2018.

(MONGA/ Rahman Oman Diskominfo Kabupaten Ketapang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini