Sireh Pinang sebagai Jamuan Utama Masyarakat Dayak di Ketapang

573
Sireh Pinang sebagai Jamuan Utama Masyarakat Dayak di Ketapang (Foto: MONGA/Pit)
Sireh Pinang sebagai Jamuan Utama Masyarakat Dayak di Ketapang (Foto: MONGA/Pit)

MONGA.ID, KETAPANG – Sireh pinang biasanya digunakan untuk bajulo/mansupa (digusuhkan/dihidangkan) utama kepada tamu tamue (setiap tamu) yang hadir bila berkunjung ke rumah bagi masyarakat Dayak lebih khusus Dayak Ketapang.

Jamuan yang dihidangkan sebagai pembuka kata, menerima tamu dengan keramahan dan keakraban kehidupan sehari-sehari.

Boleh dibilang, Sirih pinang sudah menjadi adat tradisi yang sudah ada sejak dulu.

Sirih pinang, biasanya orang tua baik laki-laki atau pun perempuan biasanya selalu menyirih setiap harinya karena telah tradisi.

Dalam acara adat perkawinan, adat beradat lainnya, sirih pinang menjadi syarat utama yang harus ada. Demikian juga ketika adat saat berdukun, Uri ntama (berobat tradisional) adalah sirih ilum (sesajian: sirih pinang, rokok) biasanya jika sirih ilum, disajikan kepada sang Duata.

Bagi orang tua di kampung, nyirih (sirih) pinang biasanya dimakan saat bangun tidur, siang hari, setelah makan atau menjelang tidur.

Tidak diketahui pasti sejak kapan tradisi menyirih ini ada, akan tetapi kebiasaan di kalangan masyarakat Dayak ataupun juga Melayu sudah ada sejak dulu.

(MONGA/Petrus Kanisius)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini