Peneliti Berjumpa dengan Katak Kecil Nan Imut-imut di Gunung Palung

775
Foto Katak kecil nan imut-imut yang berhasil dijumpai oleh Tori Bakley beberapa waktu lalu di TNGP, Foto IST/ dok : Tori Bakley, Yayasan Palung (GPOCP)

MONGA.ID, KETAPANG-Katak kecil imut-imut alias mungil (terkecil) ini berhasil dijumpai dan dokumentasikan oleh Tori Bakley, beberapa pekan lalu di hutan hujan Taman Nasional Gunung Palung.

Tori Baklye adalah seorang peneliti dari Yayasan Palung (GPOCP) saat ia berada di hutan hujan Taman Nasional Gunung Palung mengikuti/meneliti orangutan. Saat mengikuti orangutan, eh malah ketemu katak kecil nan imut-imut tersebut.

Foto Katak kecil nan imut-imut yang berhasil dijumpai oleh Tori Bakley beberapa waktu lalu di TNGP, Foto dok. Tori Bakley, Yayasan Palung (GPOCP).

Belum tahu pasti, katak apa nama katak yang berhasil dijumpai oleh Tori tersebut. Apakah katak jenis baru atau katak yang dimaksud adalah dari jenis Microhyla nepenthicola. Mengingat, katak terkecil  yang pernah ada di Kalimantan, disebut-sebut sebagai katak terkecil yang ada di Kalimantan.

Katak Terkecil di Dunia (Microhyla nepenthicola). Foto dok. Exboobank

Adapun Microhyla nepenthicola adalah spesies katak yang ditemukan di Kalimantan. Ini adalah katak terkecil di dunia. Katak jantan dewasa dari spesies ini memiliki panjang 10,6-12,8 mm, sedangkan kecebong (berudu) berukuran hanya 3 mm. Ini adalah salah satu dari 30 spesies dalam genus Microhyla. Atau masuk dalam kelompok Microhyla orientalis yang berkerabat dekat dengan M. borneensis. Atau juga masuk dalam Jenis Paedopyne amauensis (kodok terkecil) yang habitatnya di Papua Nugini. Tetapi apa mungkin jika ada jenis ini ada juga terdapat di Kalimantan. Masih belum berani memastikan jenis apa katak ini, apakah juga masuk dalam dafar jenis katak yang baru. Mungkin teman-teman pernah berjumpa dengan katak jenis ini atau ada yang mengetahui namanya?.

Paedopyne Amauensis (kodok terkecil) yang habitatnya di Papua Nugini. Foto dok. Sweettandcutee

Akan tetapi yang pasti, katak yang berhasil dijumpai tersebut setidaknya menjadi kekayaan hayati yang tak terpisahkan yang boleh menjadi megabiodiversity dan perpustakaan alam yang tak tergantikan.

Keanekaragaman hayati dan kelengkapan megabiodiversity yang ada di Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) berupa flora dan fauna (tumbuhan dan satwa) menjadi sumber ilmu pengetahuan.

Bicara tentang katak, ada katak terkecil yang ada di Borneo yaitu katak pelangi. Katak ini pelangi mengacu pada wana yang warna pelangi. Bahkan di tahun 2010 katak pelangi pernah ditetapkan sebagai Top 10 Most Wanted Lost Frogs (Sepuluh Katak Langka Paling Dicari) oleh SSC IUCN global Spesialis Amfibi dan Conservation International. Maklum, sebelumnya Katak pelangi sekali terlihat pada tahun 1924. Hingga pada Juli 2011 ketika para peneliti menemukan tiga ekor katak pelangi di pulau Kalimantan.

Jenis Katak yang ini adalah Katak Pelangi. Foto dok. Alamendah

Katak Pelangi Kalimantan kadang disebut juga sebagai Katak Sungai Sambas. Katak yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sambas Stream Toad yang mempunyai nama ilmiah Ansonia latidisca. (sumber ; Alamendah).

Semakin banyak keanekaraman hayati yang ada ini selain menjadi kekayaan juga menjadi kebanggaan kita masyarakat Indonesia yang tak hanya kaya ragam suku dan bahasa, tetapi juga kaya akan keaneragaman hayati nan indah dan unik.

Keanekaraman yang indah dan unik inilah termasuk kekayaan yang sesungguhnya tak boleh hilang ditelan jaman, tentunya menjadi tugas bersama untuk menjaga serta melestarikannya. Selain itu pula, keanekaragaman hayati yang ada di bumi Nusantara ini menjadi sumber ilmu pengetahuan dan dasar kuat alasan kita untuk terus melindunginya dari berbagai ancaman-ancaman yang ada. Mengingat, satu kesatuan makhluk hidup tak boleh putus dan harus seimbang satu dengan yang lainnya.

Berharap semakin banyak flora dan fauna yang berhasil dijumpai, diidentifikasi menjadi sumber kuat bagi kita untuk terus menggelorakan betapa pentingnya peduli bumi berserta segala isinya bagi keberlanjutan semua nafas semua makhluk. Apabila tidak, flora dan fauna tinggal cerita saja.

Petrus Kanisius

MONGA.ID

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini