Ficus Sebagai Spesies Kunci Dalam Ekosistem

215
Ficus uncinata. Foto : Istimewa/Andre Ronaldo

MONGA.ID-KETAPANG, Spesies kunci adalah spesies yang punya peranan penting dalam keseimbangan ekosistem. Dalam suatu ekosistem, jika spesies kunci punah maka akan mempengaruhi populasi dan karakteristik spesies lainnya. Beberapa spesies kunci diantaranya adalah satwa penyebar biji seperti Orangutan (Pongo pygmaeus) dan Enggang gading (Rhinoplax vigil). Selain itu, tumbuhan yang menjadi spesies kunci diantaranya adalah tumbuhan dari genus “Ficus”.

Ficus (kayu ara) adalah salah satu jenis tumbuhan dari famili moraceae (nangka-nangkaan) dan merupakan marga terbesar dalam famili ini. Masyarakat lokal biasa mengenalnya dengan sebutan “kayu ara” dan ada pula yang menyebutnya “beringin”. Ficus memiliki beragam habitus (bentuk hidup) diantaranya berupa pohon, semak, epifit dan pencekik. Menurut Berg (2005) Ficus umumnya tersebar didaerah tropis, setidaknya tercatat 735 spesies di seluruh Dunia, dan di Kalimantan tercatat mencapai 141 spesies. Beberapa jenis Ficus diantaranya adalah Ficus benjamina, Ficus racemosa, Ficus variegata, Ficus dubia, Ficus uncinata, Ficus sundaica, Ficus punctata, Ficus xylophylla, Ficus deltoidea, Ficus stupenda, Ficus rosulata  dan Ficus hemsleyana.

Ficus punctata. Foto : Istimewa/Sumihadi

Mengapa Ficus disebut sebagai species kunci? Karena Ficus merupakan sumber makanan bagi beberapa satwa penting seperti Orangutan (Pongo pygmaeus), Kelasi (Presbytis rubicunda), Kelampiau (Hylobates albibarbis), Enggang gading (Rhinoplax vigil) serta beberapa jenis dari mamalia dan burung lainnya. Ditambah lagi, ficus selalu berbuah sepanjang musim dan masa berbuah setiap jenisnya berbeda, sehingga mampu menyediakan sumber makanan bagi satwa secara berkelanjutan. Selain itu, menurut Whitmore (1978)  Ficus memiliki peranan penting dalam ekosistem, karena beberapa organisme hidup tergantung pada keberadaan Ficus, seperti serangga-serangga yang sifatnya spesifik. Kelangsungan hidup serangga polinator dan Ficus ini sangat bergantung satu sama lain.

Ficus merupakan tumbuhan yang memiliki kemampuan hidup dan adaptasi yang baik pada berbagai tipe habitat mulai dari hutan dataran rendah sampai dataran tinggi. Keberadaan Ficus juga disebut sebagai tumbuhan pioneer (perintis), sehingga pada hutan alami dapat digunakan sebagai indikator proses terjadinya suksesi hutan. Maka dari itu, sangat penting untuk mengenal dan mempelajari spesies kunci yang satu ini dalam upaya konservasi.

Sumber Pustaka:

Berg CC, Corner EJH, Jarret FM. 2005. Flora Malesiana Series I: Volume 17, Part 1: Genera Other Than Ficus. Netherland: National Herbarium of the Netherlands.

Whitmore TC. 1978. Tree frora of Malaya Volume Three. Malaysia: Forest Department Ministry of Primary Industries Malaysia.

Andre Ronaldo – Staf Botanis Yayasan Palung

(MONGA.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini