Kita yang Semakin Akrab dan Dimanjakan oleh Ponsel Pintar hingga Kita Lupa Karenanya

151
Kita yang semakin dimanjakan oleh telepon pintar. (Foto : ISTIMEWA/internet).

MONGA.ID-Sadar atau tidak sadar, saat ini kita yang semakin akrab dan dimanjakan oleh ponsel pintar hingga lupa karenanya (ponsel pintar/gedjed/dawai).

Mengapa demikian? Kita sudah semakin dimanjakan oleh ponsel pintar. Itu realitanya kini. Generasi saat ini yang disebut juga milenial memang tidak terlepas dari ponsel pintar untuk banyak hal dalam tatanan kehidupan sehari-hari.

Hadirnya ponsel pintar membuat kita atau kebanyakan orang semakin dipermudah dalam banyak hal pula, tetapi di sisi lain, ponsel pintar bisa mempengaruhi tatanan kehidupan kita hingga dampak yang bisa mempengaruhi kita bukan saja dampak baik namun juga ada banyak dampak buruk jika kita tidak siap. 

Beberapa fakta dan realita saat ini terkait kita yang semakin akrab dengan ponsel pintar hingga lupa karenanya antara lain;

Pertama, ponsel pintar jika boleh dikata seolah menjadi raja atau dewa. Sebagian besar dari kita, baik anak-anak, remaja dan orangtua sudah semakin akrab dan terkadang tidak sedikit dimanjakan hingga terlena bahkan lupa karenanya.

Apakah karena kita sudah semakin terhipnotis? Lihatlah, tidak jarang ibu atau ayah tanpa ragu memberikan ponsel pintar kepada anak-anak mereka tanpa mempertimbangkan baik buruknya bagi anak-anak mereka.

Selain itu, mereka (orang tua) sejatinya menyaring ataupun mengawasi/mendampingi anak-anak mereka ketika menonton sekian banyak isi tontonan yang ada di dawai. Sering kali ibu, ayah dan anak mereka sama-sama asyik dengan ponsel pintar mereka masing-masing.

Kedua, Ada diantara ibu-ibu yang menjadikan ponsel pintar menjadi pengasuh bagi anak-anak. Itu nyata. Tidak kalah sedihnya, karena terbiasa dengan dawai (ponsel pintar) semakin mempengaruhi anak-anak, terlebih anak dibawah umur membuat mereka semakin akrab hingga lupa karena menonton posel pintar yang terkadang lupa waktu. Bahkan, ada anak yang menangis jika tidak diberi ponsel pintar untuk menonton tontonan kesukaannya yang biasa ia tonton.

Ketiga, Banyak contoh, tidak hanya anak-anak tetapi juga remaja sangat akrab dengan ponsel pintar untuk game online. Lupa waktu sering kali terjadi karena serunya bermain game online. Dari game online yang bisa ia mainkan tidak jarang mempengaruhi kesehatan, kurang tidur karena ngembun atau sakit maag karena lupa makan atau sakit mata karena terlalu lama menatap layar ponsel pintar. Bahkan ada pula yang lupa belajar karena keasyikan main game online.

Memang, hadirnya ponsel pintar sejatinya bisa membuat kita untuk semakin bertumbuh karena dapat menambah Ilmu penetahuan jika kita menggunakan ponsel pintar dengan bijak. Termasuk membuat kita semakin leluasa untuk melihat lebih dekat dunia dan belajar serta beroleh ilmu pengetahuan. Akan tetapi, yang sering kali terjadi kita semakin terbuai dan dalam terbawa (terlena). Bahkan kita saat ini semakin sering dikontrol oleh ponsel pintar. Ada diantara kita bangun tidur saja hal yang pertama dilakukan pegang ponsel pintar setelah sebelumnya juga dibangunkan oleh alarm ponsel pintar.

Hal lainnya lagi dari hadirnya posel pintar yang semakin akrab dengan kita, akan tetapi membuat jarak interaksi dan hubungan sosial semakin jauh. Tengok saja di rumah, di warkop atau di mana saja kebanyakan orang semakin asyik saja dengan ponsel pintarnya. Di rumah ayah, ibu, anak sudah semakin jarang ngobrol bersama, bercerita ataupun bersanda gurau. Lagi-lagi karena hadirnya ponsel pintar.

Hadirnya ponsel pintar pun tidak semuanya salah, tetapi ini tergantung dari kita bagaimana agar bisa  mengatur waktu dan tidak larut hingga lupa dan bahkan terbelenggu oleh karenanya (telepon pintar).

Kita jangan sampai diatur oleh ponsel pintar, tetapi kitalah yang sedapat mungkin memilah dan mengatur mana yang baik dan mana yang tidak terkait tontonan. Termasuk ketika memberikan ponsel pintar kepada anak-anak apakah sudak boleh atau tidaknya, jika pun boleh jangan sampai ponsel yang menguasai anak. Perlunya pengawasan dari orang tua itu menjadi satu diantaranya yang bisa dilakukan.

Satu yang pasti, kemajuan teknologi tidak bisa kita bendung, tetapi bagaimana kebijaksanaan kita untuk memilih, memilah serta menyaring dari setiap informasi dari kemajuan teknologi lewat ponsel pintar yang disampaikan termasuk tontonan mana yang baik dan mana yang tidak bagi anak-anak sebagai generasi penerus negeri ini. Mengingat kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan untuk hal-hal baik maka hasilnya pun baik. Demikian juga sebaliknya. Singkatnya, bolehlah kiranya kita bijaksana dalam menggunakan ponsel pintar mulai dari sekarang. 

(MONGA/Pit YP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini