Berjumpa dengan Bunga Bangkai Raksasa di Pojok Dapur Rumah

62
Bunga Bangkai yang dijumpai oleh kakek Nur Ani di Pojok Dapur Rumah. (Foto : Istimewa/Hendri).
Bunga Bangkai yang dijumpai oleh kakek Nur Ani di Pojok Dapur Rumah. (Foto : Istimewa/Hendri).

MONGA.ID-KAYONG UTARA, Penemuan bunga Bangkai raksasa ini bermula ketika warga mencium aroma bau busuk, ketika saya Hendri Gunawan, dari Yayasan Palung saat berkunjung ke Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Pertama kali, bunga itu dijumpai oleh Nur Ani, seorang kakek berumur 67 tahun warga dusun Pebahan Raya Desa Pulau Kumbang yang kaget saat menemukan tumbuhan berbau busuk itu, tumbuhan itu memiliki bentuk bunga yang indah tepat di pojok bagian dapur rumahnya.

Cerita penemuan bunga bangkai ini bermula pada Minggu sore (5/6/ 2022) kurang lebih pukul 17. 45 WIB, kakek ini bersama menantunya yang bernama Sagita (25) sedang berjalan menuju pekarangan belakang rumah untuk melihat bibit sawit yang telah mereka  semai di belakang rumah, namun dikejutkan dengan melihat tumbuhan yang selama ini tumbuh di pekarangan rumahnya berbunga besar dan cantik, namun mengeluarkan bau yang tidak sedap.

 “Tumbuhan itu sudah tumbuh sejak 4 tahun lalu tapi sering saya pangkas, ujar kakek Nur Ani. Awalnya bunga ini muncul seperti jantung pisang, di hari kedua, tanaman ini sudah mulai mekar dan hari ketiga mekar dengan sempurna, sampai hari keempat ini bau nya sudah hilang dan udah mulai layu,” tambah si kakek.

Setelah dicek ternyata diketahui nama lokal dari tumbuhan ini adalah suweg atau nama latinnya dikenal dengan nama Amorphophallus paeoniifolius yang memang berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa.

Warga di Pulau Kumbang pun berbondong-bondong berkunjung ke lokasi tumbuhnya bunga bangkai tersebut karena pensaran ingin melihat karena selama puluhan tahun tinggal di dusun Pebahan Raya desa Pulau Kumbang baru kali ini melihat bunga tersebut.

Andri, selaku ketua pokdarwis desa Pulau Kumbang mengatakan, ini merupakan moment yang langka dan unik sehingga kita sebagai warga desa pulau kumbang patut berbangga karena telah mendapatkan fenomena langka seperti ini. Fenomena langka ini menunjukkan bahwa kita wajib bersyukur bahwa alam kita memiliki keanekaragaman biodiversitas yang tinggi sehingga kita wajib merawat dan memelihara kekayaan alam kita, agar tetap lestari, ujar pria yang berambut plontos selaku penggerak kelompok wisata desa Pulau Kumbang.

 Penulis : Hendri Gunawan

(MONGA.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini