Kesempatan Langka Bisa Berjumpa Orangutan Saat Fieldtrip di Lubuk Baji

175
Berjumpa Orangutan Saat Fieldtrip di Lubuk Baji. Foto : Simon Tampubolon/Yayasan Palung
Berjumpa Orangutan Saat Fieldtrip di Lubuk Baji. Foto : Simon Tampubolon/Yayasan Palung

Sebanyak 15 orang siswa-siswi dan satu guru pendamping dari SMAN 3 Simpang Hilir mendapatkan kesempatan yang langka karena bisa berjumpa dengan Orangutan saat melakukan Fieldtrip (kunjungan lapangan) di Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Lubuk Baji, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, Rabu hingga Jumat (6-8 Desember 2023).

Pada kesempatan tersebut, Yayasan Palung (YP) dipercaya menjadi pendamping siswa-siswi dari sekolah SMAN 3 Simpang Hilir yang mengikuti kegiatan fieldtrip.

Selama tiga hari berkegiatan, siswa-siswi mendapatkan beragam materi seperti; Pengamatan satwa malam, Inventarisasi pohon dan morfologi tumbuhan, keanekaragaman hayati dan eksplorasi ke Batu Bulan.

Materi pengamatan satwa disampaikan oleh Wawan dan kawan-kawan (Relawan Bentangor untuk Konservasi/REBONK). Materi Inventarisasi pohon dan morfologi tumbuhan disampaikan oleh Riduwan (Staf Pendidikan Lingkungan YP), selanjutnya materi Keanekaragaman Hayati disampaikan oleh Simon Tampubolon (Staf Pendidikan Lingkungan YP).

Menurut Simon Tampubolon selaku Koordinator Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung di Kayong Utara, mengatakan, ada siswi dari SMAN 3 Simpang Hilir, bernama Chelsea, siswi tersebut sangat berharap sekali agar bisa berjumpa dengan orangutan ketika fieldtrip.

Menariknya, pada fieldtrip kali ini, siswa-siswi sangat beruntung karena bisa berjumpa secara langsung dengan orangutan di alam liar.

Lebih lanjut, Simon, mengatakan, orangutan yang mereka jumpai tersebut berjenis kelamin jantan dewasa yang saat itu sedang memakan buah durian.

Tidak hanya itu, saat pengamatan satwa, siswa-siswi menemukan kelempiau, labi-labi beberapa jenis katak, kadal terbang, bunglon dan serangga. Selain itu, mereka juga berjumpa dengan sarang orangutan tipe D.

Sebagai informasi tambahan, Orangutan masuk dalam daftar satwa yang sangat dilindungi (Critically Endangered/CR) menurut UU no. 5 tahun 1990 dan menurut daftar International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List.

Pada kesempatan tersebut pula, siswa-siswi diajak untuk Begalor (Berbicara seputar gagasan lingkungan dan orangutan).

Selanjutnya, siswa-siswa diajak eksplorasi ke Batu Bulan untuk melihat keindahan matahari terbit.  Siswa-siswi pun terlihat sangat asyik berswafoto dan diakhir berfoto Bersama.

(Pit/MONGA.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini