Kelompok Tani Dampingan Berhasil Panen Sayur dan Cabai hingga Hasilkan Jutaan Rupiah

95
Kelompok Tani Dampingan Berhasil Panen Sayur dan Cabai hingga Hasilkan Jutaan Rupiah. Foto : Istimewa/ SL-YP
Kelompok Tani Dampingan Berhasil Panen Sayur dan Cabai hingga Hasilkan Jutaan Rupiah. Foto : Istimewa/ SL-YP

MONGA.ID-KAYONG UTARA, Kelompok Tani binaan Program Sustainable Livelihood (Program Mata Pencaharian Berkelanjutan) Yayasan Palung di Desa Pampang Harapan dan Desa Riam Berasap berhasil melakukan panen sayur kangkung dan cabai di kebun mereka, pada Senin (29/1/ 2024) pekan lalu.

Abdul Samad, Koordinator Program Sustainable Livelihood Yayasan Palung (YP), mengatakan, adapun Kelompok Tani Rintis Betunas di Desa Riam Berasap Jaya, Perwakilan kelompok, Bapak Jumakir berhasil melakukan panen dan berhasil menjual hasil kebunnnya dibulan ini berupa tanamam kangkung 260 kg dengan harga Rp. 6.000/kg. Dengan demikian keseluruhan pendapatannya di bulan ini adalah Rp. 1.560.000 dan dijual langsung ke pasar Siduk, kata Samad.

Sedangkan hasil dari Monitoring Program SL YP, Hasil pertanian dari Kelompok Meteor Garden, dibulan ini, Pak Ishak melakukan panen perdana dari tanaman cabe berhasil panen dengan total panen 210 kg dengan harga jual 55.000 kg, jadi penghasilannya di bulan ini Rp. 11.550.000. dan untuk anggota kelompok tani Meteor Garden yang lain masih dalam penyemaian benih dan pembersihan bedengan media tanam.

Seperti diketahui, kegiatan rutin pendampingan yang dilakukan Tim Program Sustainable Livelihood yaitu monitoring rutinitas kelompok tani baik dari masalah yang dihadapi kelompok tani dan mendata penghasilan pendapatan kelompok tani dalam berkebun.

“Saat ini dua kelompok tani, kelompok Rintis Betunas di Desa Riam Berasap Jaya dan Kelompok tani Meteor Garden di Desa Pampang Harapan. Dan untuk anggota kelompok Rintis Betunas yang lainnya masih dalam penyemaian benih tanaman dan pembersihan bedengan media tanam.

Dengan melihat hasil panen Pak Jumakir dan Pak Ishak, ini mereka lakukan dengan perawatan yang cukup terhadap tanaman. Dari mulai penyemaian benih sampai masa panen selanjutnya mereka lakukan dengan kesungguhan dan kesabaran, kata Samad

Berharap, para petani bisa memanfaatkan lahan di sekitar mereka untuk bercocok tanam dan bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat di sekitar hutan.

(MONGA/PIT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini