Serba-Serbi Imlek : Kisah Inspiratif Pemudi Tionghoa Ketapang Menjaga Tradisi di Tengah Kesendirian

692
Leny bersama kawan-kawan di warung kopi (IST)

MONGA.ID-Ketapang, Di tengah persiapan meriah menyambut Tahun Baru Imlek 2024, ada cerita yang menyejukkan hati dari seorang wanita muda Tionghoa di Ketapang. Meskipun hidup seorang diri setelah kehilangan kedua orangtuanya, Agatha Leny, menunjukkan kepada kita semua bahwa kebersamaan dan tradisi tetap bisa dijaga bahkan di tengah kesendirian.

Ditinggal kedua orangtuanya beberapa tahun yang lalu tidak menyurutkan semangatnya untuk merayakan tahun baru Imlek. Sebaliknya, Leny menemukan kebahagiaan dalam hubungan yang telah dibangunnya dengan banyak orang di sekitarnya. Dalam perjalanan hidupnya, ia telah membangun hubungan yang erat dengan teman-temannya, yang telah menjadi seperti keluarga baginya.

“Meskipun saya hidup sendiri, saya tidak pernah merasa kesepian,” kata Leny dengan senyuman hangat. “Saya memiliki banyak kawan yang telah menjadi seperti saudara bagi saya. Bersama mereka, saya merasa dihargai dan dicintai.”

Dalam menyambut Imlek tahun ini, Leny menyadari pentingnya menjaga tradisi-tradisi yang telah diturunkan oleh orangtuanya.

Dari membersihkan rumah dengan cermat hingga menghiasnya dengan ornamen-ornamen khas Imlek secara sederhana Bahkan, Leny memasak hidangan-hidangan tradisional yang telah dia pelajari dari ibunya sejak kecil, mempertahankan cita rasa autentik yang telah melekat dalam  sajian.

“Bagi saya, menyambut Imlek bukan hanya tentang merayakan awal tahun baru, tetapi juga tentang menjaga tradisi warisan nenek moyang kita,” ujar Leny dengan penuh semangat.

“Saya percaya bahwa tradisi-tradisi kami adalah bagian penting dari identitas kami sebagai orang Tionghoa, dan saya bertekad untuk menjaga agar mereka tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah perubahan zaman.

Kisah Leny menjadi pengingat akan pentingnya mempertahankan dan merayakan warisan budaya, terutama di era globalisasi yang semakin mengekang nilai-nilai tradisi.

Melalui dedikasinya dalam menjaga tradisi Imlek, Leny tidak hanya memperkuat ikatan dengan akar budayanya, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk tetap bangga akan identitas budaya mereka.

Sebagai seorang pemudi yang hidup sebatang kara, Leny membuktikan bahwa kekuatan dan semangat untuk menjaga tradisi tidak tergantung pada keberadaan keluarga, tetapi pada keputusan pribadi untuk mempertahankan warisan budaya yang berharga. Semangatnya yang tak tergoyahkan adalah cerminan dari tekad yang kuat untuk memastikan bahwa tradisi-tradisi yang telah diberikan oleh para leluhurnya akan terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

(MONGA / FRANS DONI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini