Hujan

890
Hujan. (Foto : Dok Portal satu)

Rinai rintikmu ibarat surga bagi segala bernyawa karena menanti sejuknya dikau

Sahut menyahut bersama nyanyian yang bertalu-talu

Hujan,

Dalam rinaimu kusapa rindu menyapa, akan seteguk hangatnya secangkir kopi secerca harap akan damainya sejuknya jiwa dalam Lamunan sepi bersama gelapnya rona malam nan sepi

Sepi tak berarti dalam diam

Orat oret menjadi coretan celotehan tanda tanya tentang rintik- rintik rinaimu jua bumi tempat kami berpijak,

Hujan dikala senja hingga malam, lamunan sepi tak jarang hinggap menggelayut bagi para pencari jiwa, pemuja rahasia, pemuja wanita

Rinai rintikmu bergema bersama paduan nyanyian kodok

Meniti sejuk diwaktu gelapnya sang malam membingkai bayangan menanti terlelap sebagai pengganti pelepas dahaga sepanjang hari tersengat mentari jua keringat demi rejeki yang selalu dinanti.

C21, Ketapang, Kalbar 13/08/2017

PIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini