Berjumpa Kucing Merah (Catopuma badia) di Gunung Palung

502
Foto tangkapan layar Kucing Merah. Foto : Istimewa/Jack. MONGA.ID

Ada banyak kisah yang dijumpai oleh para peneliti ketika melakukan penelitian. Seperti misalnya Jakaria atau biasa disapa Bang Jack. Beberapa waktu lalu, ia berjumpa dengan Kucing merah (Catopuma badia) dalam bahasa Inggris Kucing Merah disebut Borneo Bay Cat.

Kucing merah (Catopuma badia), juga dikenal sebagai kucing kalimantan, kucing merah kalimantan, atau kucing batu kalimantan, adalah kucing liar endemik pulau Kalimantan yang lebih jarang ditemui dibandingkan dengan spesies kucing lain yang simpatrik, berdasarkan pada kurangnya historis serta catatan terakhir.

Lihat video selengkapnya di link : https://www.instagram.com/p/CZtTTOrF0vj/

Pada tahun 2002, IUCN mengklasifikasikan spesies hutan ini sebagai terancam punah karena penurunan populasi yang diperkirakan lebih dari 20% pada tahun 2020 karena hilangnya habitat.

Mengutip dari mongabay.co.id menyebutkan, Sebagaimana namanya, kucing merah kalimantan memang hanya ada di Kalimantan. Ukuran dewasanya sekitar 50 hingga 60 sentimeter dengan panjang ekor 30 – 40 sentimeter. Beratnya sekitar 3 sampai 3,5 kilogram. Habitatnya tersebar mulai dari hutan rawa, gambut, dataran rendah, hingga perbukitan setinggi 500 meter di atas permukaan laut (m dpl). Hingga kini, belum dapat dipastikan berapa jumlah populasinya di alam liar.

John Edward Gray adalah orang pertama yang mendeskripsikan kucing kalimantan Felis badia pada 1874 berdasarkan analisis kulit dan tengkorak yang dikumpulkannya di Serawak (1856). Awalnya, jenis ini dianggap sebagai anak kucing emas asia (Catopuma temminckii).

Namun, berdasarkan analisis morfologi dan genetika yang dilakukan pada 1992, didapatkan fakta bahwa kedua spesies ini telah dipisahkan dari satu nenek moyangnya sekitar 4,9 hingga 5,3 juta tahun lalu. Karena keduanya masih berkerabat, dalam klasifikasinya dimasukkan dalam Genus Pardofelis. Sedangkan klasifikasi kucing merah dengan nama ilmiah Catopuma badia secara luas digunakan pada 2006.

Kucing merah secara historis telah dicatat sebagai hewan langka dan saat ini kepadatan populasinya rendah bahkan di habitat aslinya.

Menurut status konservasi, Kucing merah saat ini masuk dalam status Endangered (terancam punah) daftar IUCN Red List.

—————————————

Pengelolaan Stasiun Riset Cabang Panti dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) dan dan bekerjasama dengan Yayasan Palung (YP) / Gunung Palung Orangutan Conservation Program (GPOCP). Penelitian ilmiah dilakukan oleh Universitas Nasional dan Boston University.

Video : Jakaria (Jack) Yayasan Palung

 (MONGA.ID/Pit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini