Peran Anak Muda Dalam Upaya Meredam Krisis Iklim

307
Perubahan iklim. (Foto dok : Shutterstock).

Krisis iklim merupakan ancaman yang semakin memprihatinkan bagi kelangsungan hidup manusia. Dalam menghadapi krisis ini, peran anak muda menjadi sangat penting. Anak muda memiliki energi, keberanian, dan semangat untuk melakukan perubahan. Mereka adalah generasi yang akan mewarisi bumi ini, sehingga sudah sepatutnya mereka terlibat dalam upaya meredam krisis iklim.

Anak muda dapat melakukan berbagai hal untuk berkontribusi dalam mengatasi krisis iklim. Pertama, mereka dapat memulai dengan hal-hal sederhana di lingkungan sekitar, seperti mengurangi penggunaan plastik, mematikan lampu ketika tidak digunakan, atau menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda atau transportasi umum. Selain itu, anak muda juga dapat turut serta dalam kampanye-kampanye yang dilakukan oleh organisasi lingkungan, seperti mengikuti aksi-aksi protes, menyebarkan informasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, atau menjadi relawan di organisasi lingkungan.

Selain melakukan hal-hal di atas, anak muda juga dapat memperjuangkan kebijakan-kebijakan lingkungan yang lebih baik di Indonesia. Anak muda dapat melakukan aksi-aksi demonstrasi, membuat petisi, atau berkampanye pada para pemimpin negara dan pengambil keputusan untuk membuat kebijakan yang lebih ramah lingkungan. Anak muda juga dapat berpartisipasi dalam politik dan memilih pemimpin yang memiliki visi dan misi yang peduli terhadap lingkungan.

Anak muda harus mengambil peran dalam kampanye krisis iklim di Indonesia karena dampak dari krisis iklim sangat dirasakan di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang luar biasa, namun sayangnya eksploitasi yang dilakukan oleh manusia membuat lingkungan Indonesia semakin terancam. Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan polusi udara semakin sering terjadi, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat rentan terhadap perubahan iklim.

Selain itu, anak muda juga memiliki peran penting dalam menciptakan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan di masyarakat. Anak muda dapat menjadi agen perubahan yang memperjuangkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan melakukan hal ini, anak muda dapat menciptakan budaya peduli lingkungan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam kesimpulannya, anak muda memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi krisis iklim di Indonesia. Anak muda dapat melakukan berbagai hal untuk berkontribusi dalam mengatasi krisis iklim, seperti melakukan hal-hal sederhana di lingkungan sekitar, turut serta dalam kampanye lingkungan, memperjuangkan kebijakan lingkungan yang lebih baik, dan menciptakan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan di masyarakat. Dengan berperan aktif dalam kampanye krisis iklim, anak muda dapat menciptakan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan lebih baik untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, anak muda harus memperhatikan lingkungan sekitar dan berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan hidup bumi.

Sebagai tambahan, peran anak muda dalam kampanye krisis iklim juga didukung oleh berbagai studi. Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh Global Shapers Community pada tahun 2016 yang menunjukkan bahwa 78% responden dari berbagai negara merasa bahwa anak muda memegang peranan penting dalam mengatasi masalah lingkungan, termasuk krisis iklim. Selain itu, studi yang dilakukan oleh Pew Research Center pada tahun 2018 menunjukkan bahwa anak muda di seluruh dunia sangat peduli dengan isu lingkungan, dan menempatkannya sebagai salah satu isu yang paling penting bagi mereka.

Dengan demikian, peran anak muda dalam kampanye krisis iklim di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Anak muda memiliki kekuatan yang besar dalam menciptakan perubahan, dan dengan berperan aktif dalam kampanye krisis iklim, mereka dapat memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi bumi dan generasi yang akan datang.

Referensi:

Global Shapers Community. (2016). The Global Shapers Annual Survey 2016: Shaping Davos. Diakses pada tanggal 20 Februari 2023, dari https://www.weforum.org/reports/the-global-shapers-annual-survey-2016-shaping-davos

Pew Research Center. (2018). Millennials stand out for their technology use, but older generations also embrace digital life. Diakses pada tanggal 20 Februari 2023, dari https://www.pewresearch.org/fact-tank/2018/05/02/millennials-stand-out-for-their-technology-use-but-older-generations-also-embrace-digital-life

Penulis : M. Syainullah-Yayasan Palung

(MONGA.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini