PREDATOR-PREY; RANTAI MAKANAN DAN JARINGAN-JARING MAKANAN

151
Keterangan Gambar : Gambar 1 : Semut Camponotus sp., sedang memangsa Jangkrik Gryllus sp. Gambar 2 : Argyope versicolor (Doleschall, 1858) Dokumen Foto : Erik Sulidra/Yayasan Palung
Keterangan Gambar : Gambar 1 : Semut Camponotus sp., sedang memangsa Jangkrik Gryllus sp. Gambar 2 : Argyope versicolor (Doleschall, 1858) Dokumen Foto : Erik Sulidra/Yayasan Palung

Komponen pembentuk ekosistem adalah interaksi komponen biotik dan abiotic. Predator dan prey merupakan istilah yang dapat ditemuakan dalam interaksi biotik. Predator atau pemangsa bergantung pada keberadaan prey, proses mangsa dan dimangsa ini terjadi dalam rantai makanan atau jaringan makanan di dalam ekosistem. Istilah rantai makanan berkaitan dengan hubungan linier perpindahan energi dari tingkat paling dasar misalnya plantae (tumbuhan) sebagai produsen dan berakhir pada predator tertinggi pada tingkatan trofik rantai makanan, bentuk yang lebih kompleks terjadi dalam jaring-jaring makanan.  Jaring-jaring sukar dibedakan spesies yang menjadi produsen, peralihan atau predator, karena susunan yang tumpang tindih.

Makhluk hidup atau organisme mencangkup setiap sistem kehidupan biologis yang berfungsi sebagai bentuk kehidupan individu. Tingkatan (hierarki) kehidupan tersusun oleh tiga (3) tingkatan terkecil yang disebut atom, molekul dan sel. Sel berperan sebagai unit penyusun struktural dan fungsional makhluk hidup terkecil. Analogi yang lebih sederhana contohnya manusia makan setiap hari sebelum atau setelah beraktivitas, umumnya ketika kita memperoleh signal kelaparan dari hormon yang di koordinasi oleh hypothalamus. Jika kita tidak memperoleh asupan makanan dalam rentang yang sangat lama akan menyebabkan perubahan fisik bahkan kematian. Kita mengenal istilah regenerasi yang merupakan proses perbaikan sel, jaringan dan organ tubuh organisme, pada organisme mati sel berhenti beregerasi. Proses regenerasi sel melibatkan regulasi genetic yang kompleks. Berbagai reaksi kimiawi metobolisme terjadi di dalam sel utamanya pada 3 makromolekul yaitu protein (contoh; proteolisis dan proteogenesis), karbohidrat (contoh; glikolisis dan gluconeogenesis) dan lipid (contoh; lipolysis dan lipogenesis).

Pada tingkat sel proses pemecahan markomolekul menjadi senyawa sederhana atau sebaliknya terjadi pada organel sel.  Energi dapat diperoleh dari berbagai proses kompleks yang disebut metabolisme. Metabolisme bertujuan agar kelansungan hidup organisme dapat berlanjut. Terdapat dua kelompok reaksi yang terjadi yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme adalah reaksi mengurangi, memecah senyawa organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan produk utama berupa energi yang tersimpan dalam Adenosine triphosphate (ATP), kasus proses ini terjadi pada respirasi aerob dan anaerob. Tidak heran terminologi rantai makanan ini dalam sejarahnya terhubung dan bersinggungan dengan fisiologis. 

Jika proses fisiologis tubuh organisme tersebut terhambat atau terganggu maka dapat berdampak pada keberlansungan hidupnya, misalnya kematian. Pada gambar kita dapat melihat semut merupakan predator bagi belalang juvenile. Dalam siklus rantai makanan hilangnya populasi belalang atau semut dapat berdampak pada keduanya atau populasi jenis lain di dalam ekosistem. Namun interaksi yang berbeda juga sangat kompleks di alam, misalnya pada kasus tumbuhan karnivora seperti Nepenthes spp.

Penulis: Gunawan Wibisono- Ahli Botani dan Koordinator Survei Yayasan Palung

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini