Orangutan Masuk ke Kawasan Perkebunan Milik Masyarakat di Desa Padu Banjar

460
Inilah Orangutan yang memasuki kawasan perkebunan masyarakat di Padu Banjar. (Foto dok. Samsidar/Ketua LPHD Padu Banjar).

MONGA.ID-KAYONG UTARA, Kamis (13/7/ 2023) pekan lalu, Samsidar sebagai ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) sekaligus sebagai tim SMART PATROL di Desa Padu Banjar, Simpang Hilir, Kayong Utara tiba-tiba dihubungi oleh saudara Suparman selaku Kepala Dusun Sutera A.1 Medan Sepakat, Desa Padu Banjar melaporkan terkait keberadaan orangutan yang telah merusak kebun cempedak dan rambutan milik warga.

Dalam keterangan tertulisnya, Samsidar, menyebutkan, ia Bersama Pak Murni dan Tri Susanto (tim SMART PATROL di Desa Padu Banjar) langsung melakukan pengecekan terkait keberadaan orangutan di Dusun A1 Desa Padu Banjar. Setelah dilakukan pengecekan, memang benar adanya bahwa orangutan tersebut berada di lokasi sedang memakan buah-buahan milik warga masyarakat diantaranya buah rambutan, cempedak. Tidak hanya memakan buah-buahan yang ada di lokasi, tetapi orangutan tersebut merusak kebun milik masyarakat, kata Samsidar.

Lebih lanjut, Samsidar mengatakan, keberadaan orangutan di lokasi tersebut sudah satu pekan lamanya. Tim SMART PATROL Padu Banjar pun melakukan patroli dan mengawasi keberadaan hewan tersebut selama berada di lokasi dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Samsidar selaku ketua LPHD sekaligus tim SMART PATROL Desa Padu Banjar berharap, pihak yang berwenang agar secepatnya menyelamatkan (rescue) orangutan tersebut, dengan demikian orangutan tersebut tidak meresahkan masyarakat, karena masyarakat takut beraktivitas di wilayah tersebut sebab keberadaan orangutan berada di dekat pemukiman masyarakat. Hal lainnya, apabila orangutan tersebut tidak direscue takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada orangutan tersebut.

Menanggapi hal ini, Erik Sulidra, Selaku Manager Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa Yayasan Palung, mengatakan, ada kemungkinan satwa yang dilindungi tersebut berasal dari wilayah hutan desa, karena lokasinya yang berdekatan dengan pemukiman desa Padu Banjar. Hutan desa tersebut merupakan rumah terakhir orangutan pada lansekap hutan lindung Sungai Paduan.

Lebih lanjut, Erik, mengatakan, Kita masih belum tahu pasti penyebab interaksi orangutan-manusia yang terjadi di desa Padu Banjar ini, mungkin saat kebun masyarakat sedang berbuah, kondisi buah-buah di hutan desa sedang tidak banyak, sehingga orangutan mendatangi daerah tersebut untuk mencari makan. Tentunya hal ini perlu disikapi dengan bijak, dan kerjasama semua pemangku kepentingan agar interaksi negatif antara orangutan dan manusia dapat kita minimalisir. Kepada pihak-pihak yang terlibat dalam usaha penghalauan orangutan ini, saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya, terutama kepada teman-teman LPHD Padu Banjar. (Pit).

(MONGA.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini