Melalui Talkshow Radio, Mengenal Lebih Dekat Taman Nasional Gunung Palung

173
Saat Yayasan Palung bersama Balai Taman Nasional Gunung Palung melakukan talkshow siaran radio, di Radio Kayong Utara, pada Kamis (23/11/2023).(Foto : Riduwan/YP).
Saat Yayasan Palung bersama Balai Taman Nasional Gunung Palung melakukan talkshow siaran radio, di Radio Kayong Utara, pada Kamis (23/11/2023).(Foto : Riduwan/YP).

MONGA.ID-KAYONG UTARA, Yayasan Palung (YP) bersama Balai Taman Nasional Gunung Palung (Balai TANAGUPA) berkesempatan melakukan talkshow siaran radio, di Radio Kayong Utara, pada Kamis (23/11/2023).

Pada kesempatan talkshow yang dimulai pada pukul 10.00-11.00 WIB tersebut, sebagai narasumber dalam siaran radio adalah Riduwan dari Yayasan Palung (YP) dan dari Balai Taman Nasional Gunung Palung (Balai TANAGUPA) yaitu bapak Khairi Ramadhan, S Hut.T., M Sc. selaku Kepala SPTN Wilayah 1 Sukadana, yang di pandu oleh Hage, penyiar Radio RKU.

Selama satu jam mengudara, adapun tema siaran yang dibahas dalam talkshow adalah tentang “Mengenal Taman Nasional Gunung Palung.”

Dalam talkshow tersebut Bapak Khairi Ramadhan berkesempatan menjelaskan tentang apa itu Taman Nasional Gunung Palung dan Keunikan Taman Nasional Gunung Palung. Selain itu, dijelaskan pula bahwa Gunung Palung memiliki delapan (8) tipe habitat yang berbeda dan ini berbeda dengan Taman Nasional lainnya yang ada di Indonesia. Selanjutnya juga disampaikan pula, di Gunung Palung ada dijumpai Katak terbang Wallace (Rhacophorus nigropalmatus).  

Lebih lanjut dalam talkshow tersebut, menjelaskan beberapa objek wisata menarik yang ada di Taman Nasional Gunung Palung seperti Lubuk Baji, Riam Berasap dan beberapa objek wisata lainnya yang bisa dikunjungi oleh masyarakat baik didalam maupun luar negeri.

Pada kesempatan itu pula dijelaskan beberapa ancaman terhadap Taman Nasional Gunung Palung seperti kebakaran, penebangan, perburuan dan adanya alih fungsi lahan. “Pada dasarnya masyarakat boleh mengambil hasil hutan yang ada di kawasan taman nasional seperti buah durian, rotan dan beberapa hasil hutan bukan kayu lainnya. Yang tidak boleh dilakukan didalam kawasan taman nasional adalah menebang pohon dan juga sangat dilarang untuk ditanami sawit,” kata Khairi Ramadhan.

Sedangkan Riduwan dari Yayasan Palung dalam talkshow tersebut menjelaskan bahwa YP dan Balai TANAGUPA merupakan mitra dalam berkegiatan seperti kegiatan fieldtrip dan juga training guru atau pun kegiatan lainnya seperti penelitian.

Ayo sama-sama kita jaga dan lestarikan Taman Nasional Gunung Palung ini untuk generasi kita dimasa yang akan datang.

Penulis : Riduwan-Yayasan Palung

(MONGA.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini