Mengenal Mamalia Pemakan Semut Raksasa dan Penghancur Gundukan Serangga

939
Giant Anteater. Foto dok. si.edu


Beberapa waktu lalu, Jagad media sosial di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah dihebohkan oleh video kemunculan hewan asing di pemukiman masyarakat, yaitu mamalia pemakan semut raksasa.
Karena ada sejumlah masyarakat yang menanyakan kebenaran informasi tersebut lalu menghubungi pihak BKSDA setempat.

Mengutip dari Klikkalteng.id, setelah ditelusuri oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, melalui komandan BKSDA Pos Jaga, Muriansyah, menjelaskan pihaknya telah menelusuri dan mengumpulkan informasi dari warga di Seruyan maupun dari sumber lainnya.

Ternyata video postingan di medsos FB tersebut sebelumnya juga sudah pernah di unggah di media sosial Tiktok. Akan tetapi kemunculan video tersebut, lokasinya bukan di Indonesia melainkan di Benua Amerika, tepatnya Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Jadi, jika boleh dikata, video dan informasi tentang keberadaan hewan ini ada di Indonesia adalah tidak benar.
Dari kejadian seperti ini, ada baiknya kita mengenal mamalia pemakan semut raksasa dan penghancur gundukan serangga tersebut.

Ia dikenal sebagai pemakan semut raksasa, hewan ini bernama Giant Anteater. Memiliki nama latin Myrmecophaga tridactyla. Hewan ini dikenal hidup menyendiri dan ibu yang baik bagi anaknya.

Semut, rayap, larva serangga menjadi makanan kesukaan dari mamalia ini. memiliki cakar yang kuat dan lidah yang Panjang menjadikan hewan ini mencari makan ditumpukan sarang semut atau pun serangga.

Lidah dari pemakan semut raksasa ini bisa mencapai 60 cm, memiliki cakar sepanjang 10 cm yang kuat di kaki depannya. Memiliki panjang tubuh 2 meter dan memiliki berat badan 55 kg.

Giant Anteater memiliki lidah yang panjang. (Foto dok. factzoo.com)
Giant Anteater ibu yang baik bagi anaknya. (Foto dok. abc12.com).

Giant anteater hidup di Amerika Tengah dan Selatan, di habitat yang berupa hutan dan padang rumput. Sedangkan status konservasi dari hewan ini, masuk dalam daftar terancam (vulnerable/VU).
Lihat : Daftar IUCN RedList
Sumber Tulisan : diolah dari berbagai sumber
MONGA.ID/Petrus Kanisius

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda di sini